Follow our news chanel

Previous
Next

Sejumlah penumpang tujuan Jakarta di Bandara Minangkabau batal terbang

papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com
Sejumlah penumpang tujuan Jakarta di Bandara Minangkabau batal terbang 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Calon penumpang pesawat harus melengkapi sejumlah dokumen.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Padang Pariaman, Jubi – Sejumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat tujuan Jakarta batal terbang karena tidak memiliki surat keterangan bebas Corona Virus Disease atau Covid-19.

“Ada sejumlah penumpang yang batal berangkat ke Jakarta karena tidak memiliki dokumen bebas Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di Tim Satgas Covid-19 BIM ,” kata Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Yos Suwagiono, Minggu, (10/5/2020).

Baca juga : 4.960 pekerja migran telah kembali melalui Bandara Ngurah Rai

Mulai besok, Garuda diizinkan angkut penumpang dari dan ke Bandara Mozes Kilangin

Wali Kota Jayapura usul penambahan penutupan pelabuhan dan bandara

Loading...
;

Berdasarkan protokol pengamanan diri, calon penumpang pesawat harus melengkapi sejumlah dokumen. “Akhirnya para penumpang tersebut melakukan penjadwalan ulang keberangkatan untuk melengkapi dokumen perjalanan,” ujar Yos menjelaskan.

Selain itu, ada 35 calon penumpang yang telah memesan tiket tetapi tidak hadir di bandara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Proses selanjutnya maskapai memfasilitasi penumpang untuk penjadwalan tiket memenuhi kriteria syarat pelaku perjalanan penerbangan atau pengembalian.

Ia menyebutkan setelah melalui proses pemeriksaan, sebanyak 14 orang dibolehkan ikut dalam penerbangan pesawat rute Padang-Jakarta, tiga orang penjadwalan ulang karena mengurus kelengkapan dokumen, satu orang mengembalikan tiket dan 35 orang tidak ada keterangan karena tidak hadir di Bandara BIM.

“Syarat perjalanan yang harus dipenuhi calon penumpang pesawat selama masa pandemi yaitu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah,” kata Yos menjelaskan.

Selain itu menunjukkan identitas KTP, surat tugas perjalanan dinas bagi ASN, TNI dan Polri, menunjukkan hasil tes uji cepat Covid-19 yang dinyatakan negatif. Termasuk membuat surat pernyataan di atas materai dengan ketahui kepala desa atau lurah.

Calon penumpang sudah harus berada di bandara tiga sampai empat jam sebelum berangkat dalam rangka pemeriksaan dokumen. Saat akan berangkat penumpang akan menjalani pemeriksaan dokumen tersebut. “Termasuk mengisi Health Alert Card, kemudian pemeriksaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan dengan menerbitkan surat clearance kesehatan,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top