Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sejumlah Remaja di Solo dijemput polisi dalam kasus perundungan

Papua, bullying
Ilustrasi, bullying di kalangan remaja - Jubi/male.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Solo, Jubi – Tercatat delapan remaja di Solo dijemput aparat Polsek Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, dalam kasus perundungan. Para remaja itu diduga melakukan perundungan terhadap salah satu rekannya di Alun-Alun Kidul. Kasus ini mencuat setelah video perundungan itu viral di media sosial, Jumat (14/8/2020).

“Tapi videonya baru viral tadi pagi,” kata Kepala Polsek Pasar Kliwon, Ajun Komisaris Adis Gani Gatra, Jumat (14/8/2020).

Sejumlah Remaja di Solo dijemput polisi dalam kasus perundungan 1 i Papua

Baca juga : Pelajar pelaku perundungan di Pekanbaru ditetapkan tersangka

Cegah perundungan, sekolah perlu tumbuhkan rasa empati

Berikut 5 gaya represi internet di Republik Indonesia versi SAFEnet

Adis mengatakan peristiwa perundungan tersebut terjadi di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon pada Senin (10/8/2020) pukul 15.00 WIB. Video itu direkam oleh salah satu pelaku.

Loading...
;

Dalam video berdurasi 30 detik itu tampak seorang anak perempuan mengalami perundungan oleh teman-temannya. Korban beberapa kali didorong dan ditendang dan ditampar oleh salah satu pelaku.

“Mendengar banyak laporan dari warganet, Polsek Pasar Kliwon langsung mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang tampak di video tersebut. Delapan pelaku diidentifikasi dan dijemput sekitar pukul 13.00 WIB ke Polsek Pasar Kliwon,” kata Adis menjelaskan.

Menurut Adis, delapan pelaku dan satu korban semuanya perempuan. Korban saat ini dalam kondisi baik tidak mengalami luka maupun tekanan.

Kasus tersebut saat ini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Surakarta. Mengingat semua pihak yang terlibat masih berusia anak-anak.

Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan kasus itu akan ditangani dengan memperhatikan prosedur penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

“Kami harus menghormati aturan yang berkaitan dengan hak-hak anak,” kata Ade.

Ayah korban mengatakan anaknya sama sekali tidak menceritakan peristiwa yang dialami kepada orang tua. Termasuk perubahan perubaann perilaku terkait perndungan itu  “Tak ada perubahan. Ya seperti hari-hari biasa,” katanya.

Ia berharap kasus perundungan ini berakhir secara kekeluargaan. Ia mengajak semua pihak mengoreksi diri dan menjaga sikap dalam pergaulan.

“Kalau saya ingin kasus ini berakhir damai karena semua kan masih anak-anak. Lagipula mereka masih harus sekolah. Kalau harus urusan dengan polisi kan tidak baik,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top