Sejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura perkenalkan sagu kepada siswa

Papua
Ilustrasi seorang mama Papua sedang memangkur serat batang pohon sagu untuk dihancurkan dan diperas menjadi endapatan tepung sagu, salah satu pangan lokal masyarakat asli Papua - Jubi. Dok

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pegiat sagu di Papua, Marshall Suebu menyatakan, kini ada beberapa sekolah di Sentani, Kabupaten Jayapura yang mulai memperkenalkan panganan berbahan dasar sagu kepada siswanya.

Katanya, beberapa sekolah di sana memiliki hari hari tertentu, untuk menyajikan siswanya berbagai panganan berbahan baku sagu.

Pernyataan itu dikatakan Marshall Suebu dalam diskusi penyelamatan hutan sagu di Papua, Senin (11/10/2021).

Diskusi berlangsung di Kantor Badan Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian, di Papua, Jalan Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Siswa diberikan berbagai makanan dari sagu. Ada guru pembimbingnya. Misalnya SD Abeale 2 Sentani. Hari sagunya setiap hari Jumat. TK Ria Pembangunan di Jalan Air Port Sentani, juga sudah punya hari sagu. Tapi saya lupa setiap hari apa,” kata Marshall Suebu.

Menurut Suebu, pihaknya selama ini terus berupaya memikirkan berbagai cara memperkenalkan sagu kepada generasi masa depan di Papua. Akhirnya, tercetuslah ide “Sa (sagu) Masuk Sekolah”. 

“Kita mulai dari anak-anak. Kami memperkenalkan sagu mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Sekarang, juga ada anak anak usia sekolah bergabung dengan komunitas untuk menanam sagu,” ucapnya.

Loading...
;

Ketua Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi itu mengatakan, sagu memiliki potensi yang sangat besar dalam pemenuhan 

kebutuhan manusia. Di antaranya, kebutuhan pangan, sandang, papan, energi dan air.

Di Papua, luasan hutan sagu secara keseluruhan diperkirakan mencapai empat juta hektar. Kualitas sagu Papua juga merupakan salah satu terbaik di dunia.

“Sagu ini memiliki hubungan dengan berbagai aspek kehidupan manusia Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Estiko Tri Wiradyo mengatakan, di Papua ada dua perusahaan yang mendapat izin pemanfaatan hasil hutan bukan kayu atau pengelolaan tanaman sagu.

“PT Agrindo Indonesia Jaya di Kabupaten Mamberamo dan PT Nusantara Sagu Prima di Kabupaten Jayapura,” kata Estiko.

Akan tetapi menurutnya, perusahaan pengelolaan tanaman sagu di Mamberamo Raya hingga kini belum pernah beroperasi. 

Sedangkan perusahaan pengelolaan tanaman sagu di Kabupaten Jayapura mengembalikan izinnya kepada pemerintah.

“Alasannya, pengelolaan sagu [di Papua] belum ekonomis. Maksudnya persentase kandungan pati dalam batang sagu rendah, jadi hasil tidak menutupi biaya produksi,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top