Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sejumlah siswa diciduk saat minum mabuk, dimanakah tanggung jawab sekolah?

Sejumlah siswa saat sedang menandatangani surat pernyataan setelah ditangkap Satpol PP Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Sejumlah siswa diciduk saat minum mabuk, dimanakah tanggung jawab sekolah? 1 i Papua
Sejumlah siswa saat sedang menandatangani surat pernyataan setelah ditangkap Satpol PP Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

NAMA Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Merauke, tercoreng. Betapa tidak, saat masih berlangsung kegiatan belajar mengajar, sejumlah siswa ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tepatnya di belakang sekolah.

Rupanya saat ditangkap, mereka sedang meneguk minuman beralkohol, buatan lokal jenis sopi. Parahnya lagi, mereka masih mengenakan seragam sekolah.

Sejumlah siswa diciduk saat minum mabuk, dimanakah tanggung jawab sekolah? 2 i Papua

Setelah ditangkap, siswa yang berjumlah 10 orang itu langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Merauke. Sekaligus diberikan pembinaan. Setelah itu orangtuanya dipanggil.

Kepala Satpol PP Merauke, Elyas Refra, kepada Jubi, Kamis (10/10/2019), mengatakan kejadian penangkapan terjadi sehari sebelumnya, Rabu (9/10/2019), saat Satpol PP sedang melakukan operasi.

“Begitu melintas di belakang SMPN 2, melihat sejumlah anak mengenakan pakaian seragam duduk bergerombol di situ. Setelah didatangi, ada beberapa sempat melarikan diri dan berhasil ditangkap,” katanya.

Namun sayangnya, ketika ditangkap, ternyata mereka sedang meneguk minuman beralkohol jenis sopi.

Loading...
;

“Saya kaget begitu mendapat laporan demikian. Karena anak-anak sudah mulai belajar meneguk miras (beralkohol),” ungkapnya.

Sebagai bentuk pembinaan, Refra menuturkan pihaknya memberikan pembinaan. Sekaligus meminta anak-anak membuat surat pernyataan. Jika dikemudian nanti ditemukan, tetap akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita berharap pihak sekolah harus melakukan pengawasan melekat terhadap anak di saat jam belajar. Sehingga mereka tidak bolos dan melakukan hal-hal yang tak diinginkan,” pintanya.

Dengan kasus dimaksud, katanya, Satpol PP akan terus melakukan patroli secara kontinu setiap  hari saat sedang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Tentunya, menurut dia, orangtua mengetahui saja kalau anak-anak dari rumah tujuannya adalah ke sekolah. Dengan demikian, perlu pengawasan melekat dari sekolah.

Pertemuan dengan orangtua

Sejumlah siswa diciduk saat minum mabuk, dimanakah tanggung jawab sekolah? 3 i Papua
Wakasek bidang Kesiswaan SMPN 2 Merauke, Lucia Syane Runtu – Jubi/Frans L Kobun

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMPN 2 Merauke, Lusia Syane Runtu, membenarkan bahwa kesepuluh siswa tersebut merupakan siswa SMPN 2. Saat ditemukan, tidak semua dalam keadaan mabuk, hanya beberapa siswa.

Ketika mereka ditangkap, tidak ada kegiatan belajar mengajar di ruangan kelas. Karena para wali kelas sedang menata ruangan sekaligus memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada setiap siswa tentang tata tertib.

Di saat bersamaan, menurutnya, ada sejumlah siswa bolos dan rupanya diluar kontrol para guru maupun wali kelas.

“Memang di samping ada pagar dan berulang kali diperbaiki. Namun anak-anak sering merusak dan melompat,” katanya.

Dari waktu ke waktu, dirinya sebagai wakasek kesiswaan bersama para wali kelas maupun guru, terus memberikan pemahaman kepada siswa-siswi untuk tidak melompat pagar dan keluar dari halaman sekolah saat proses belajar mengajar berlangsung.

“Kepala sekolah juga selalu mengingatkan kepada kami semua agar tidak melakukan kekerasan. Jika ada anak lompat pagar atau membuat kenakalan, dipanggil dan diberikan sanksi,” katanya.

Bentuk sanksi yang diberikan mulai dari menyiram tanaman, mengangkut sampah hingga membersihkan closed WC.

“Ada yang sudah sadar, namun masih ada yang mengulangi perbuatannya kembali,” ujarnya.

Khusus terhadap siswa yang diamankan Satpol PP, demikian Lusia, kepala sekolah telah mengeluarkan surat. Tujuannya adalah kepada kesepuluh orangtua. Sekaligus akan dilakukan pertemuan secara khusus.

“Kita rencana pertemuan berlangsung besok. Untuk bentuk sanksi yang diberikan, pihak sekolah ingin mendengar secara langsung dari orangtua terlebih dahulu. Kalau kami mengambil keputusan sepihak memberikan hukuman, nantinya bisa menimbulkan adanya aksi protes,” katanya.

Pihak sekolah membuka ruang seluas-luasnya kepada orangtua dari sepuluh siswa untuk dialog. Sekaligus menyepakati bersama sanksi yang akan diberikan.

“Kalau sudah ada kesepakatan, dibuat surat pernyataan yang ditandatangani orangtua maupun siswa. Sehingg menjadi perhatian khusus di waktu mendatang,” ujarnya. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top