Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sekda: Harus ada dana pemberdayaan perempuan di kampung

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo, mengakui setiap dana kampung yang disalurkan, didalamnya terdapat anggaran untuk pemberdayaan perempuan khusus bagi mama-mama Papua.

“Semua itu tergantung dari APBD desa. Mungkin desa yang bersangkutan yang tidak menganggarkan namun setahu saya semua itu ada seperti dana pemberdayaan perempuan, dana untuk pemuda juga ada,” kata Yohanes Walilo, kepada wartawan, usai membuka Pameran Budaya di Gedung Ukumearek Asso Wamena, Jumat (4/8/2017).

Aspirasi dari berbagai mama-mama tentang tidak adanya anggaran untuk para perempuan dari pencairan dana desa di Kampung Honai Lama 2, menurut Sekda hal itu baru mendapat laporan. Jika itu benar dirinya menilai kemungkinan oknum kepala desanya yang kurang terbuka.

“Seharusnya itu disalurkan kepada mama-mama agar bisa digunakan. Pemerintah daerah akan melakukan pengecekan terhadap kampung Honai Lama 2 untuk dipanggil kepala desa yang bersangkutan. Nanti melalui SKPD teknis kami akan cek masalah itu. Dana disalurkan atau tidak jangan nanti kalau sudah ada laporan seperti ini baru SPJ nya dimasukkan itukah tidak boleh dan tidak benar,” kata Sekda.

Sekda mengatakan dana kampung sudah dicairkan sejak Senin (31/7/2017) untuk 40 distrik, namun diharapkan dana ini harus terbagi semuanya tapi masih ada 20-an lebih kampung yang belum dilakukan pencairan karena masih bermasalah.

“Jika tidak bermasalah seperti APBD kampung dan pertanggungjawaban penggunaannya jelas, pasti akan dilayani sesuai petunjuk. Di dalam anggaran itu juga ada untuk pemberdayaan perempuan yang diperuntukkan untuk modal usaha, disamping kebutuhan pembangun fisik,” terangnya.

Loading...
;

Sebelumnya, belasan mama-mama yang kesehariannya berjualan di pasar mempertanyakan tidak adanya dana untuk pemberdayaan perempuan di Kampung Honai Lama 2 Jayawijaya yang masuk dalam anggaran yang disalurkan ke setiap kampung.

“Kami semua ini masuk warga di Kampung Honai Lama 2, tetapi ketika kita tanyakan ke kepala kampung, mereka bilang kami tidak bisa terima dana karena bukan merupakan warga Honai Lama 2 melainkan warga kelurahan Wamena,” kata Mama Ros Kossy.

Padahal sebelumnya, ujar Mama Ros, dia bersama teman-temannya telah diminta kumpulkan KTP untuk perubahan baru, namun setelah dikumpulkan KTP tidak dibawa ke Dinas Kependudukan sehingga akhirnya dari belasan mama-mama yang terdaftar hanya dua orang.

“Dari situ ada satu ibu bilang kami tuh makan dua piring, akhirnya saya baku marah dengan ibu itu. Padahal bertahun-tahun kami tidak pernah makan dua piring, yang kami tahu desa kami di Honai Lama 2 tetapi kenapa nama-nama kami tidak ada,” katanya. (*)

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top