Follow our news chanel

Sekda Papua Hery Dosinaen raih gelar doktor ilmu sosial di Uncen

Sekda Papua Hery Dosinaen raih gelar doktor ilmu sosial di Uncen 1 i Papua
Suasana sidang terbuka program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih Jayapura – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Nilai orang Puncak Jaya terhadap waktu cenderung longgar dengan nilai tanggung jawab yang lebih besar, jika berurusan dengan kegiatan adat, kemasyarakatan, atau keluarga. Waktu bernilai secara fungsional dan menyesuaikan kondisi sehingga tidak memberikan tekanan tertentu pada setiap orang. Berbeda dengan masyarakat modern yang memaknai “waktu adalah uang” yang menunjukan orientasi masa depan.

Hery Dosinaen, mengatakan suku Dani di Puncak Jaya tidak mempunyai jadwal yang ketat untuk penggunaan waktu mereka (lebih rileks). Penggunaan waktu kerja disesuaikan dengan kebutuhan bahkan ada kecenderungan lebih banyak berorientasi ke masa lampau.

Hal tersebut dikemukakan Hery saat menyampaikan ringkasan disertasinya berjudul “Rekonstruksi Sistem Demokrasi Pemerintahan Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua”.

Disertasi tersebut dipertahankan di hadapan tim promotor, tim oponen, dan representasi guru besar dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Doktor Ilmu Sosial yang digelar di Auditorium Universitas Cenderawasih Jayapua, Sabtu (29/2/2020).

Hery yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua itu menilai, partisipasi masyarakat di Puncak Jaya dalam keterlibatannya pada proses pembangunan dapat diperhatikan melalui pelibatan nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam sistem politik dan birokrasi selama ini sering terjadi kesalahan memahami kondisi aktual yang dapat dikategorikan sebagai kesalahan pemahaman paradigmatik yang universalnya cenderung diimplementasikan secara seragam dan dapat diterapkan pada pemerintahan mana saja. Padahal setiap daerah memiliki perbedaan.

Loading...
;

Salah satu yang paling menonjol adalah nilai-nilai kebudayaan masyarakat Puncak Jaya tentu relatif berbeda dengan daerah lainnya dengan kekhasannya masing-masing. Nilai-nilai kelokalan dalam satu kebudayaan harusnya berhubungan dengan strategi program pembangunan yang dijalankan birokrasi pemerintahan.

“Memahami dan merumuskan dengan baik nilai-nilai kearifan lokal akan memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat sebagai salah satu strategi pembangunan,” ujarnya.

Meski demikian kebijakan-kebijakan pemerintah daerah akan mencerminkan kebutuhan masyarakat disatu sisi dan resistensi di sisi lainnya. Karena itu, sistem sosial dan budaya masyarakat Puncak Jaya yang telah hidup sejak lama dan berkembang menjadi faktor utama berjalannya sistem pemerintahan demokrasi sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan Kabupaten Puncak Jaya.

Keberadaan nilai-nilai lokal Suku Dani merupakan perwujudan dari pandangan hidup yang berbagi ruang dengan sistem pemerintahan birokrasi. Pandangan hidup dalam Suku Dani merupakan pedoman dan strategi bertindak bagi Suku Dani Puncak Jaya.

Pembangunan yang memberikan ruang terhadap aspek-aspek lokalitas sebagai salah satu bagian dari Otonomi Khusus Papua yang sudah berjalan selama satu dekade lebih. Sementara pandangan berbeda, nilai-nilai lokal dan pandangan msyarakat Papua, khususnya Puncak Jaya dianggap menghambat pembangunan.

“Asumsi ini lahir dari pandangan luar yang melabeli orang-orang Papua sebagai objek yang pasif, yang perlu di bantu untuk merumuskan sendiri kebijakan-kebijakan sendiri. Hal ini yang menyebabkan mipersepsi terhadap nilai lokal dan pandangan hidup suku Dani di Puncak Jaya yang dianggap sulit terintegrasi dengan sistem pemerintahan demokrasi,” katanya.

Adapun tim penguji dalam sidang Doktor Hery Dosinaen yakni, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT (rektor), Prof. Dr. Yohanis Rante, SE, M.Si, Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, MS, Prof. Dr. Pawennari Hijjang, MA (promotor), Dr. Dra. Agustina Ivonne Polli, M.Si (co-promotor), J.R. Mansoben, MA, Ph.D (co-promotor), Dr. Hanro Y. Lekitoo, S.Sos, M.Hum, Dr. Nomensen St. Mambraku, Dr. Basir Rohrohmana, SH, M.Hum, Dr. Marlina Flassy, S.Sos, M.Hum, dan Dr. Gerdha K.I. Numberi, S.Sos, M.Si (penguji).

Dalam sidang promosi tersebut,  Hery Dosinaen dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, dengan nilai kumulatif 3.86. (*)

Editor; Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top