Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sekda Papua: kami akan berkomunikasi dengan Pemkot Malang

Mahasiswa Papua di Malang ketika melakukan aksi damai – Dok. AMP
Sekda Papua: kami akan berkomunikasi dengan Pemkot Malang 1 i Papua
Mahasiswa Papua di Malang ketika melakukan aksi damai – Dok. AMP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua, Hery Dosinaen menyatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Malang di Jawa Timur, untuk mengetahui perkembangan wacana pemulangan mahasiswa asal Papua di Malang. Wacana itu dilontarkan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko setelah demo Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia for West Papua di Malang, pada Kamis (15/8/2019) berujung kericuhan.

Hal itu disampaikan Dosinaen di Jayapura, Jumat (16/8/2019). Ia meminta semua pihak berkepala dingin dan melihat kasus kericuhan unjukrasa mahasiswa Papua di Malang secara arif dan bijaksana.

Sekda Papua: kami akan berkomunikasi dengan Pemkot Malang 2 i Papua

Dosinaen juga meyakini, wacana pemulangan mahasiswa asal Papua yang dilontarkan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko adalah lontaran emosional sesaat. Ia menegaskan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Malang, untuk membicarakan wacana itu.

“Pernyataan pemulangan itu kan baru wacana, tentu kalau itu benar dilakukan maka akan berdampak pada aspek lain. Tapi pernyataan itu mungkin dilakukan secara emosional oleh pemda setempat. Sebab kita ini adalah warga Indonesia,” jelasnya.

Pada Kamis (15/8/2019), sejumlah media yang berbasis di Malang memberitakan Sofyan menyatakan Pemerintah Kota Malang tidak akan segan untuk memulangkan mahasiswa ke tempat asalnya jika membuat ricuh Kota Malang. Hal itu dinyatakan Sofyan setelah demo Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia for West Papua di Jalan Basuki Rahmad, Malang, pada Kamis (15/8/2019) berujung kericuhan.

Dosinaen menyatakan Pemerintah Provinsi Papua menyayangkan terjadinya kericuhan itu. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan tidak mengartikan secara sempit aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa Papua di Malang itu.

Loading...
;

“Kejadian itu bagian dari masalah kontemporer yang terjadi di Papua. Masalah itu telah terakumulasi dari apa yang terpendam dalam hati rurani para mahasiswa Papua,” ujarnya.

Demonstrasi para aktivis Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia for West Papua di Malang pada Kamis merupakan unjukrasa damai yang digelar untuk menolak Perjanjian New York yang ditandatangani Indonesia, Belanda, dan Amerika Serikat pada 15 Agustus 1962. Kericuhan terjadi karena sekelompok warga setempat mengejek para pengunjukrasa dengan nama panggilan binatang, dan melempari para pengunjukrasa dengan batu dan air cabai.

Para mahasiswa Papua itu akhirnya melawan dan melempar batu ke arah para pengganggunya. Sedikitnya 23 orang mahasiswa Papua terluka lemparan batu dan terkena siraman air cabai dalam kericuhan itu. Mereka antara lain Pinel Gwijangge (luka di kepala bagian kanan), Awi Pahabol (luka di kepala bagian kanan), Lambertus Woge (luka di telinga belakang), Warinus Wilil (luka pada kepala belakang), Harminus Loho(luka di bibir bawah, hidung, dan terkena cakar di kepala).

Sebagian korban lainnya adalah Pilatus Yusuf (kening kiri bocar), Alsena Gwijangge (luka di telinga kanan dalam), Timinus Gwijangge (luka di telinga belakang,kelipis mata bengkak), Nikson Penggu (luka di kepala belakang), Yulianus Hilapok (luka di dahi atas dan pilipis kiri), Daniel Kadepa (luka di bibir atas bagian dalam), Jekson Friwp (luka pada ibu jari dan goresan di leher), Melley Elopere (luka di hidung), Meky Huby (luka di kepala), Anandi Gwijangge (luka di pelispis kanan), Barto Gwijangge (luka di dahi kanan atas pelipis), Opran Gombo (luka di pundak kiri dan leher kiri), dan Feri Taikinidi (luka tulang kering kiri). Selain itu, masih terdapat korban lain seperti Alex Wonda (luka di leher kanan bawah lecet), Erince Penggu (terkena siraman air cabe), Dani Nawipa (terkena sirama air cabe di mata), Jekson Degei (siraman air cabe masuk ke telinga kiri, dan Ferry Takomary.

Secara terpisah anggota Bidang Hukum Dan HAM Majelis Rakyat Papua, Pdt Nikolaus Degei meminta Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mencabut pernyataannya soal opsi untuk  memulangkan mahasiswa Papua. Degei menilai pernyataan Sofyan itu mengingkari hak mahasiswa Papua menyatakan pendapat, dan mengabaikan kewajiban pemerintah untuk melindungi pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum.

Degei mengecam pernyataan Sofyan yang mengabaikan fakta bahwa kericuhan terjadi karena sekelompok warga setempat mengejek para pengunjukrasa dengan nama panggilan binatang, dan melempari para pengunjukrasa dengan batu dan air cabai. Degei mengingatkan, Pemerintah Kota Malang adalah alat Negara yang seharusnya memenuhi pelaksanaan hak setiap warga negara menyatakan pendapat di muka umum.

“Pemerintah Kota Malang dan pemerintah pusat jangan mengeluarkan pernyataan rasis. Pemerintah harus mengakomodir mahasiswa dan melihat persoalan,” kata Degei saat dihubungi pada Jumat.

Nicolaus Degei juga mengingatkan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko sebagai pejabat publik harus hati-hati melontarkan wacana. Apalagi, Sofyan tidak memahami konteks persoalan sosial-politik di Papua, dan tidak memahami konteks para mahasiswa asal Papua berunjukrasa.

“[Mereka berunjukrasa] karena saat ini orang tua mereka dibunuh di depan mata mereka, [orang Papua hidup di] pengungsian. [Itu semua] akibat dari pencaplokan Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan membabi buta dengan mahasiswa papua yang berada di luar Papua,” kata Degei.

Degei menyesalkan tindakan sekelompok warga setempat yang melecehkan unjukrasa para mahasiswa asal Papua itu.“Kami menyesalkan tindakan masyarakat yang sangat represif. Mahasiswa melakukan aksi sesuai dengan mekanisme yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga sudah memberitahukan rencana demo damai untuk memperingati hari [penandatanganan] New York Agreement,” kata Degei.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top