Sekolah adat tetap perhatikan hak anak

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Direktur Sekolah Adat Kabupaten Jayapur,a Origenes Monim, mengaku pihaknya akan memperhatikan semua hak anak yang belajar di sekolah yang dipimpinnya.Hal ini berkaitan dengan keberadaan sekolah di kampung yang telah dicanangkan sebagai Kampung Ramah Anak.

“Kami sudah mendapatkan semacam aturan atau indikator kampung ramah anak yang diberikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Hal ini tentu akan menjadi perhatian bagi kami,” ujar Monim, saat ditemui di Sentani, Selasa (11/9/2018).

Monim menjelaskan aktivitas sekolah adat berlangsung setiap hari, dimulai pukul 14.00-16.30 WIT. Setiap siswa akan diantar-jemput menggunakan speedboat.

“Selama ini kami jalan atas swadaya sendiri. Ke depan kami juga akan berupaya menyiapkan snack atau makanan tambahan bagi anak-anak di kelas Khandei yaitu anak-anak yang berusia 8-13 tahun,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Jayapura, Maria Bano, membenarkan adanya pemberian indikator atau aturan yang harus dilaksanakan oleh Sekolah Adat Kabupaten Jayapura.

“Anak-anak dari kelas formal lalu lanjutkan lagi ke kelas sekolah adat. Ini soal waktu yang harus digunakan anak tersebut untuk bermain dan juga bersosialisasi dengan rekan-rekan lainnya. Mengingat usia mereka yang sedang dalam pertumbuhan sangat membutuhkan waktu yang banyak untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan manusia sekitar mereka,” kata Bano. (*)

Loading...
;

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top