Sekolah dan gereja di Prancis dijaga tentara

Tentara papua
Foto ilustrasi - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Ribuan tentara di Prancis dikerahkan untuk menjaga sekolah dan gereja menyusul kasus penyerangan tiga orang di sebuah gereja di Kota Nice. Kebijakan pengerahan tentara pada Jumat, (30/10/2020) itu sebagai peningkatan keamanan nasional.

Tercatat Prancis mengalami dua kali serangan pisau, yang telah menewaskan empat orang dengan dua orang menjadi korban pemenggalan kepala.

Polisi menahan seorang imigran asal Tunisia, Brahim al-Aouissaoui, 21 tahun, pasca serangan dengan menggunakan pisau itu.

Baca juga : Serangan teror terhadap Prancis, Arab Saudi : terorisme tak terkait agama 

Teror di Prancis kembali terjadi, kali ini penyerangan di gereja dan konsulat 

Usai pembunuhan Samuel Paty, giliran Wali Kota Prancis diancam akan dibunuh

Loading...
;

Ketiga korban dalam serangan di Nice adalah seorang lelaki berusia 45 tahun, yang menjadi ayah dari dua orang gadis dan bekerja menjaga gereja. Selain itu perempuan berusia 60 tahun, yang terkena pemenggalan kepala, dan seorang lainnya perempuan berusia 44 tahun, yang memiliki tiga orang anak.

Pelaku bernama Brahim al-Aouissaoui, 21 tahun, berasal dari Tunisia dan baru tiba di Eropa sebulan lalu.

Otoritas Prancis menangani kasus serangan ini sebagai serangan teror. Presiden Emmanuel Macron menyebut itu sebagai serangan teroris Islamis. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top