Sekolah dasar di Vanuatu peringati Hari Lini di Museum Nasional

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Sejak 21 Februari 1942 malam, Kepala Suku Viretabwangi dari Desa Abouvi di Pulau Pentakosta Utara, Vanuatu, menatap ke langit dan melihat sebuah bintang yang dilingkari cahaya.

Dia tahu itu pertanda khusus. Pagi-pagi sekali dia menggemakan tamtamnya (alat pemukul tradisional Vanuatu seperti kentungan), dan semua masyarakat kampung berlari untuk mendengar apa yang akan dia katakan.

“Kunjungi semua kampung  di sekitar kita dan cari tahu anak siapa yang lahir tadi malam,” katanya, lantas membubarkan sukunya.

Sekembalinya mereka (anggota suku), seseorang melaporkan kepadanya, “Seorang bayi laki-laki telah lahir dari pasangan Haba Lini dan Jean Lini di Kampung Agatoa tadi malam.”

“Kembali ke kampung itu dan beritahu kepada orangtuanya bahwa saya akan datang membaptis dia (bayi),” kata kepala suku.

“Saya bernubuat anak itu akan menjadi seorang pemimpin penting suatu hari nanti. Dan dia akan menghubungkan bangsanya dengan belahan dunia lainnya,” lanjutnya.

Loading...
;

Kepala Suku Viretwangi memanggang ubi jalar, mengambil buah kelapa hijau kecil dan seikat daun kelapa kering, lalu berjalan kaki menuju Kampung Agatoa di dekat Nazaret.

Sesampainya di kampung dan rumah yang dimaksud, dia berteriak, “Tadi malam saya melihat pertanda di langit. Saya akan membaptis anak kalian. Suatu hari dia akan menjadi pemimpin tinggi yang terkenal di seluruh dunia.”

Dia lantas membaptis bayi itu dan menamainya Tari Ure, yang dalam bahasa Pentakosta Utara berarti pemimpin dunia.

Sejarah kelahiran Pastor Walter Lini di atas dituturkan pemandu di Museum Nasional Port Vila, Edgar Hinge, kepada 110 pelajar Kelas 5 dari sekolah dasar Ecole Saint Jean D'arc di Museum Nasional, saat seluruh negara itu merayakan Hari Lini pada Rabu, 21 Februari 2018.

Pemandu Museum itu memuji keputusan sekolah dasar Ecole Saint Jean D'arc untuk membawa siswa kelas 5 mereka mengunjungi museum, agar dapat belajar tentang Pastor Walter Lini.

“Sekolah-sekolah lain patut mencontohi Ecole Saint Jean D'arc yang berinisiatif mengajarkan siswa mereka, tentang pemimpin asli Vanuatu, dan bagaimana proses hingga Vanuatu dapat menjadi seperti sekarang ini – sebuah negara merdeka yang independen.” (Daily Post Vanuatu)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top