HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sekolah di Wamena berikan batas toleransi untuk ujian susulan

Hari pertama masuk sekolah usai libur semester di SMP dan SMA PGRI Wamena, Senin, 13 Januari 2020 - Jubi/Islami
Sekolah di Wamena berikan batas toleransi untuk ujian susulan 1 i Papua
Hari pertama masuk sekolah usai libur semester di SMP dan SMA PGRI Wamena, Senin, 13 Januari 2020 – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pasca amuk massa masih ada siswa yang belum masuk dan mendaftar ulang ke sekolah meski tidak mengikuti ujian semester. Sekolah memberikan batas toleransi ujian susulan buat mereka.

Mestinya semua sekolah di Jayawijaya, termasuk kota Wamena, telah mulai aktif pada Senin, 6 Januari 2020, setelah liburan semester yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

Sekolah di Wamena berikan batas toleransi untuk ujian susulan 2 i Papua

Namun tidak semua sekolah mulai aktif sesuai jadwal. Misalnya SMA dan SMP PGRI Wamena baru memulai sekolah seminggu kemudian, Senin, 12 Januari 2019.

Itupun pada hari pertama kegiatan di sekolah baru melakukan pendataan siswa dan membersihkan lingkungan sekolah. Proses belajar mengajar baru dilakukan hari kedua.

Beberapa sekolah yang sudah buka ketika Jubi berkunjung juga menemukan belum sepenuhnya melakukan proses belajar mengajar. Siswa dan guru masih melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.

Tapi ada juga sekolah yang sudah belajar sejak hari pertama 6 Januari, misalnya SMA Negeri 1 Wamena.

Loading...
;

Meski berbeda melakukan aktivitas belajar, sekolah di Jayawijaya sedang mempersiapkan pelaksanaan ujian akhir semester susulan bagi siswa yang belum ikut ujian yang sudah diadakan November 2019. Ini dampak dari amuk massa di Wamena 23 September 2019.

Data Dinas Pendidikan Jayawijaya pada Desember 2019 ada 16.071 siswa SD hingga SMA/SMK di kabupaten tersebut, namun yang mengikuti ujian semester baru 9.417 siswa. Artinya, ada 6.654 siswa yang belum ujian dan harus mengikuti ujian susulan.

Kepala SMA Negeri 1 Wamena, Yosep Wibisono, mengatakan pihaknya akan mempersiapkan ujian susulan jika ada peserta didik yang belum ujian. Namun ia belum bisa memastikan jadwal ujian susulan karena siswa yang belum ikut masih belum datang ke sekolah dan mendaftar ulang.

“Kami tidak tahu kapan dilakukan ujian susulan, tetapi yang jelas kami juga punya batas toleransi karena anak-anak yang ikut kemarin harus terima rapor masa kami harus menunggu mereka, sementara yang sudah hadir menunggu kapan hasilnya keluar,” katanya kepada Jubi di ruang kerjanya, Senin, 13 Januari 2020.

Menurut Yosep, jika pekan depan tidak ada informasi dari siswa bersangkutan maka sekolah akan melakukan pengisian rapor bagi siswa yang telah ikut ujian semester. Sedangkan yang belum ikut selama ini ada juga nilai tugas, ulangan sebelumnya dan itu bisa menjadi acuan untuk guru memberikan nilai kepada siswa.

“Sampai saat ini tidak ada yang minta ujian susulan, jika ada siswa yang belum ikut ujian untuk susulan, kami akan kembalikan ke wali kelas dan guru bidang studi masing-masing, kalau ada yang minta ujian susulan kita buatkan ujian susulan,” katanya.

Yosep juga akui jika sejauh ini peserta didiknya sudah ada 82 orang yang memutuskan untuk pindah ke luar Wamena dan 75 siswa belajar di sekolah titipan dari 900-an siswa yang terdaftar sesuai data pokok pendidikan.

“Tetapi yang ikut ujian semester kemarin ada 703 siswa dan presentase yang belum ikut ujian cukup kecil,” katanya.

Sebanyak 82 siswa yang pindah sekolah dan siswa di sekolah titipan itu diakuinya berpengaruh terhadap data pokok pendidikan SMA Negeri 1 Wamena karena jumlah siswa berkurang.

Saat ini untuk kelas XI IPA dari lima kelas tinggal empat kelas. Akibatnya ada kelas yang digabung karena laporan dapodik menolak karena tidak relevan antara jumlah siswa dengan ruang belajar.

Di SMA PGRI Wamena yang baru masuk Senin 13 Januari 2019 siswa yang hadir baru sekitar 100 orang dari 425 siswa.

“Siswa yang ikut ujian semester kemarin yang dilaksanakan selama lima hari, hari pertama 218 siswa, hari kedua 223 siswa, hari ketiga 226 siswa, hari keempat 228 siswa, dan hari kelima 224 siswa, jadi sekitar 50-60 persen yang ikut ujian,” kata Marden Saragih, Wakil Kepala SMA PGRI Wamena.

Menurut Marden ujian susulan akan dirapatkan bersama kepala sekolah dan dilakukan jika seluruh siswa yang belum ikut telah hadir.

“Soal ujian sudah ada, otomatis kapan pun mereka ada di sekolah begitu mereka siap untuk ujian susulan kami siap,” kata Marden.

Masalahnya, tambahnya, jika yang hadir misalnya hanya 10 orang dan digelar ujian susulan, lalu datang lagi 20 orang ujian lagi, dan seterusnya akan merepotkan.

“Sehingga kami menunggu 100 persen hadir semua kita tetapkan tanggal berapa ujian susulan, sehingga belum dipastikan kapan akan ujian tetapi persiapan sudah dilakukan,” ujarnya.

Namun berbeda dengan di SMP PGRI Wamena yang memutuskan berapa pun jumlah siswa yang belum ikut ujian hadir sekolah langsung melakukan ujian susulan.

“Dari 135 siswa yang ikut ujian semester sebanyak 75 siswa, hari pertama masuk sekolah ada 12 orang yang belum ikut ujian dan besoknya langsung dilakukan ujian susulan, hal ini akan terus bertahap bagi yang belum ujian,” kata Maria Trinda Abuk, kepala SMP PGRI Wamena.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya, Bambang Budiandoyo, mengatakan skenario yang disepakati jadwal pelaksanaan ujian susulan diserahkan kepada masing-masing sekolah.

Karena itu ada sekolah yang memutuskan menunggu semua siswa yang belum ujian dan ada yang melakukan ujian susulan bertahap bagi siswa yang sudah hadir.

“Yang penting ada komitmen dari kepala sekolah dan dewan guru untuk ujian susulan dilaksanakan Januari 2020,” kata Bambang. (*)

Editor: Syofiardi

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa