Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua
Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekei. - Jubi/Ramah

Sekolah diharap siap saat pemberlakuan belajar tatap muka

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan akan memberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19 pada 2021.

“Sekolah sudah harus siap saat pemberlakuan belajar tatap muka di sekolah sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekei di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (26/11/2020).

Untuk itu, Pekei mengimbau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Provinsi Papua melakukan pertemuan dengan Satuan Tugas Covid-19, sekolah, Ikatan Dokter Indonesia Kota Jayapura, dan melibatkan komite sekolah agar duduk bersama membahas persiapan proses belajar mengajar di sekolah.

“Mempersiapkan segala sesuatu untuk menyongsong kebijakan nasional dalam pendidikan tatap muka. Pemerintah dan mitra pendidikan secara bersama-sama membuat pedoman pelaksanaanya untuk menjadi rujukan semua satuan pendidikan di Kota Jayapura,” ujar Pekei.

Pekei berharap saat pemberlakuan belajar tatap muka di sekolah, tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, menyiapkan tempat cuci tangan, melakukan penyemprotan disinfektan, mengecek suhu tubuh.

“Supaya guru, peserta didik bebas dari Covid-19. Situasi saat ini, sudah pasti orang tua ragu mengantarkan anaknya sekolah. Untuk itu harus jaminan berupa regulasi pelaksanaanya. Inilah tugas pemerintah dalam fungsi pengaturan dalam proses belajar mengajar yang akan dimulai 2021,” ujar Pekei.

Baca juga: Guru honor dan PTT diminta mempersiapkan diri ikuti formasi P3K

Loading...
;

Ketua PGRI Kota Jayapura, Robert Johan Betaubun, mengatakan PGRI berusaha melakukan studi survei mengenai persepsi guru, orang tua, anak, akademisi tentang pengelolaan pendidikan di masa pandemi Covid-19 sebagai rujukan bagi pemerintah dalam mengimplementasi proses pendidikan.

“Kami berencana, saat masuk sekolah tatap muka sudah ada perangkat pembelajaran. Tingkat SMP ada 11 mata pembelajaran kami sudah siapkan silabusnya, rencana, dan bahan ajarnya baik hard kopi dan soft kopi. Kami juga siapkan silabus dan RPP dengan 16 mata pembelajaran untuk SD,” ujar Betaubun.

Menurut Betaubun, hal itu dilakukan karena perangkat pembelajaran, bahan ajar, dan silabus yang terdapat pada Kurikulum 13 atau K13 regulasinya belum komplet karena masih bersifat edaran, petunjuk teknis serta kurikulum di masa pandemi yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih bersifat rujukan.

“Ini sebagai kontribusi PGRI bagi kemajuan pendidikan di Kota Jayapura. PGRI memiliki kontribusi memberikan pemikiran agar proses belajar mengajar di tengah pandemi ini berjalan lancar,” ujar Betaubun.

Menurut Betaubun, referensi pembelajaran sangat penting di tengah pandemi Covid-19 dan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak, sehingga setiap guru tidak melakukan pembelajaran sesuai caranya masing-masing.

“Mutu guru dan pendidikan di tengah pandemi harus ditingkatkan. Guru siap dengan berbagai kreativitas dengan mempersiapkan formula pembelajaran. Memang awal-awal terjadi kendala, tapi lambat laut berjalan baik. Seperti inovasi learning sistem,” ujar Betaubun. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Scroll to Top