Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sekotak mi instan seharga 4 gram emas di Korowai

Papua
Ilustrasi perhiasan emas - Pexels.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Boven Digoel, Jubi – Uang nyaris tidak ada nilainya di lokasi penambangan emas di Kampung Kawe, Distrik Kawinggon, Pegunungan Bintang. Semua transaksi dilakukan dengan sistem barter.

Barang utama dalam pembarteran itu pun bukan produk sembarangan. Ia harus berupa emas sebagai alat transaksi ‘resmi’.

“Misalnya, satu dus mi instan ditukar (dihargai) dengan 4 gram emas. Satu selop rokok ditukar (dihargai) dengan 1 gram emas,” kata Kepala Bidang Produksi Koperasi Kawe Senggaup Mining Hengki Yaluwo, Kamis (2/7/2020).

Alat transaksi berupa emas juga berlaku untuk setiap pembelian jenis bahan pokok, seperti gula, kopi, dan beras, termasuk bahan bakar minyak. Sekarung beras berukuran 25 kilogram, misalnya dibenderol seharga 27 gram emas.

“(Kemudian), premium sebanyak 35 liter ditukar dengan 8-10 gram emas. Barang paling mahal itu ialah handphone, yakni (seharga) 15 gram emas (sebuah),” lanjut Yaluwo, seperti dikutip Antara.

Menurut Yaluwo, transaksi dengan menggunakan emas tersebut berlaku di setiap lokasi penambangan di Korowai. “Uang hampir tidak berlaku. Semua barang dibarter dengan emas.”

Kawasan penambangan emas di Korowai berada di lokasi terpencil. Akses transportasinya pun sangat terbatas, yakni hanya bisa dengan menggunakan helikopter dari Boven Digoel.

Loading...
;

Diperkirakan, setidaknya ada 17 lokasi penambangan emas di Korowai. Lokasi itu tersebar di Pegunungan Bintang, Yahukimo, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Adapun areal penambangan terbesar berada di Bravo Tujuh, Pisang-Pisang, dan Kawe.

Keberadaaan pertambangan emas yang diduga beroperasi tanpa izin tersebut telah diprotes banyak kalangan bahkan oleh pemerintah setempat. Aktivitas penambangan dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan permasalahan sosial.

Sejumlah operasi penertiban dengan melibatkan Pemerintah Provinsi beserta Polda Papua, dan Kodam Cenderawasih pun dilancarkan untuk menutup paksa penambangan tersebut. Namun, efek dari razia besar-besaran itu tidak bertahan lama. Belakangan, aktivitas penambangan tersebut menggeliat kembali.

Keberadaan penambangan emas liar juga dikhawatirkan menjadi kluster penyebaran virus korona di Papua. Hal itu lantaran banyak di antara pekerja tambang mereka terkonfirmasi positif terinfeksi korona sehingga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.

“Kami minta pemerintah daerah setempat meningkatkan surveilans untuk mendeteksi penyebaran virus (di lokasi pertambangan Korowai). Mereka harus mengambil langkah taktis guna menanggulangi pandemi Covid-19,” kata Silwanus Soemoele, Jurubicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua, beberapa waktu lalu.

 

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top