Follow our news chanel

Selama 15 tahun, 957 eks karyawan PT Kodeco memperjuangkan haknya

Papua
Para mantan karyawan PT Kodeco Mamberamo saat menggelar pertemuan - Jubi/Dok Penasihat Hukum Karyawan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Selama 15 tahun terakhir 957 eks karyawan PT Kodeco Mamberamo berupaya mendapat hak mereka.

Rudi Sinaba, kuasa hukum ratusan mantan karyawan PT Kodeco Mamberamo mengatakan, proses hukum ditempuh setelah perusahaan industri kayu itu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 957 karyawan pada tahun 2000 silam.

Akan tetapi, perusahaan yang beroperasi di Kampung Dawai, Distrik Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua tersebut tidak memberikan pesangon kepada pekerjanya.

“Pada masa itu belum ada Pengadilan Hubungan Industrial. Kami mengajukan gugatan ke Panitia Perselisihan Perburuhan Daerah dan menang. Panitia Perselisihan Perburuhan Pusat juga mengabulkan gugatan kami pada 2004,” kata Rudi melalui panggilan teleponnya, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, pada tahun yang sama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menerbitkan surat perintah pelaksanaan sita eksekusi aset perusahaan ke PN Tangerang.
Pada 2006, Pengadilan Negeri Tangerang mengeluarkan perintah sita eksekusi aset kepada PN Serui di Kepulauan Yapen, tempat di mana aset sita eksekusi berada.
Katanya, aset PT Kodeco Mamberamo yang masuk dalam daftar sita eksekusi, di antaranya mesin produksi, alat berat, kapal, dan kendaraan. Akan tetapi hingga kini proses eksekusi tak kunjung dilakukan.

“Kalau dirupiahkan nominal aset perusahaan pada tahun itu senilai Rp 50 miliar. Nominalnya sesuai hak-hak karyawan yang tidak dibayarkan selama empat tahun (2000-2004),” ujarnya.

Akan tetapi menurut Rudi, sebelum eksekusi sita aset dilakukan perusahaan kayu lain, yakni PT Sinar Wijaya Plywood Industries, yang mulai beroperasi di Kepulauan Yapen sejak 2007, mengambil alih pemanfaatan semua aset milik PT Kodeco Mamberamo. Termasuk aset yang masuk dalam daftar sita eksekusi.

Loading...
;

“Entah bagaimana caranya PT Sinar Wijaya menguasi aset itu. Situasi inilah yang semakin membuat proses eksekusi sulit dilakukan pihak terkait,” ucapnya.

Meski aset PT Kodeco Mamberamo telah diambil alih perusahaan lain, PN Tangerang tetap memerintahkan PN Serui melakukan sita eksekusi aset, dengan kembali menerbitkan surat perintah eksekusi pada November 2019.

“Namun begitulah, pemda dan kepolisian tidak bisa membantu pengadilan melaksanakan sita ekseskusi. Padahal ini perintah undang-undang, putusan hukum tetap yang mesti dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator ratusan mantan karyawan PT Kodeco Mamberamo, Constan Pondayar mengatakan pihaknya mendesak pelaksanaan eksekusi sita aset, yang kini digunakan perusahaan lain.

Ia mengatakan Ketua Pengadilan Negeri Serui kini, yang baru dilantik awal September 2020 silam bersedia melakukan eksekusi kapanpun. Akan tetapi mesti ada dukungan pengamanan dari kepolisian.

“Kami kecewa dengan sikap Kapolres Yapen sebelumnya dan Kapolres Yapen kini. Mereka tidak bisa membantu Pengadilan Negeri melaksanakan eksekusi,” kata Pondayar.

Menurutnya, hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres setempat untuk membantu pengamanan proses eksekusi. Kalapun para mantan karyawan mesti membayar biaya pengamanan saat eksekusi dilakukan, mereka bersedia memenuhi itu.

“Misalnya pada masa Kapolres sebelumnya, kami diminta membiayai pengamanan proses eksekusi. Rinciannya senilai Rp 22 juta, kami siap tanggung. Kami kumpul-kumpul uang,” ucapnya.

Hanya saja ketika itu kata Pondayar, saat pihaknya akan menyerahkan uang biaya eksekusi, pejabat Kapolres Yapen sebelum dipindah tugaskan. Ia kemudian menyatakan pengamanan eksekusi akan dilakukan pejabat yang menggantikannya.

“Tapi dalam suratnya, bukan alasan pindah. Alasan Kamtibmas dan adanya anggota yang diperbantukan melakukan pengamanan pilkada di Kabupaten Waropen. Kami sudah dua kali menyurat ke Kapolres kini, tapi sampai sekarang tidak ada respons,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top