TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Selama 2021 Cina sita 27 ton narkoba dengan 77 ribu pelaku

Papua, narkoba
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beijing, Jubi – Aparat keamanan Cina menyita 27 ton narkoba dan 77 ribu pelaku dalam 54 ribu kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang ditangani sepanjang 2021. Negara itu menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak dalam menggencarkan kampanye antinarkoba.

Tercatat di Provinsi Yunnan, perbatasan Cina di wilayah selatan, hampir 5 ribu kasus narkoba berhasil dibongkar dengan menangkap 5.600 pelaku dan menyita 4,9 ton narkoba.

Baca juga : Hakim AS diminta penjarakan istri raja narkoba El Chapo 4 tahun
Krisis narkoba di Tonga dan penanggulangannya
Anggap parlemen gagal tangani krisis narkoba raja Tonga kecam parlemen

Hal yang sama juga dilakukan di wilayah-wilayah perbatasan lainnya di selatan, seperti Guangdong, Guangxi, Hainan, dan Fujian yang termasuk kawasan “Segitiga Emas” penyelundupan narkoba ke Cina melalui jalur laut.

Para pelaku pun juga diburu, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Sebanyak 150 gembong narkoba telah ditangkap dan diseret ke pengadilan. Sedikitnya enam penyedia bahan kimia untuk narkoba telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang pada  2021, demikian MPS yang merupakan lembaga kepolisian di Cina itu.

Dalam membongkar kasus tersebut, Cina bekerja sama dengan kepolisian di berbagai negara, seperti Myanmar, Laos, Thailand, dan Kamboja.

Pada akhir 2021, Cina dan Kamboja menutup pabrik narkoba berskala besar di Kamboja dengan menangkap 46 pelaku dan mengamankan 2,95 ton narkoba senilai 1,7 miliar yuan atau sekitar Rp3,8 triliun.

Deputi Direktur Komisi Pengendalian Narkotika Nasional (NNCC) Zhao Zhongchen mengatakan di dalam negeri, MPS bekerja sama dengan Biro Kantor Pos untuk membongkar 1.700 kasus yang berhasil mengamankan 3.800 tersangka dan menyita 4,3 ton narkoba,  Atas pencapaian tersebut, 125 tukang pos mendapatkan penghargaan senilai 848.000 yuan  atau Rp1,9 triliun.  (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us