Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Selamat tinggal derby klub Papua

Perseru Serui saat berlaga di Liga Gojek 2018, lolos dari jurang degradasi akhirnya dijual ke Lampung karena masalah finansial - Jubi/Liga Indonesia
Selamat tinggal derby klub Papua 1 i Papua
Perseru Serui saat berlaga di Liga Gojek 2018, lolos dari jurang degradasi akhirnya dijual ke Lampung karena masalah finansial – Jubi/Liga Indonesia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tak ada lagi derby Papua, mungkin pertandingan terakhir antara Perseru melawan Persipura saat tim berjuluk Cenderawasih Jingga mengalahkan Persipura dengan skor 2-0, pada Gojek Liga 1 2018 bersama Bukalapak, di Stadion Mandala, Jayapura, Minggu, 9 Desember 2018.

Hasil ini membawa Perseru lolos dan terhindar dari degradasi, manajemen Perseru langsung memberikan bonus Rp 1 miliar kepada Arthur Bonay dan kawan-kawan. Tim Perseru saat mengarungi Liga 2018 mendapat sponsor dari Bank Papua dan PT Trigana, bahkan Trigana membuka jalur penerbangan dari Jayapura, Biak, dan Serui guna mendukung tim asal wilayah adat Saireri.

Selamat tinggal derby klub Papua 2 i Papua

Berbeda pula saat derby Papua lainnya, ketika tim Badai Pegunungan Tengah Papua melawan tim berjuluk Mutiara Hitam. Pertandingan derby waktu itu Selasa, 25 Januari 2011, di Stadion Mandala Kota Jayapura pada lanjutan Liga Super Indonesia, berlangsung ricuh. Polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, karena warga secara membabi buta ingin merobohkan pagar stadion.

Ribuan penonton menyemut di dalam stadion. Ratusan di antaranya berdiri di atas beton stadion, menyaksikan derby setahun sekali itu. The Highlander yang permah meraih runner up Super League 2008/2009 dan mewakili Indonesia masuk grup G Piala AFC bersama South China (Hongkong), VB Maladewa. AFC 2010 Persiwa bermarkas di stadion Kanjuruhan Malang.

Sayangnya, Persiwa harus mengucapkan selamat tinggal Stadion Pendidikan Wamena karena merger dengan klub Cirebon Bina Putra FC pada 5 Juli 2018. Bersatunya kedua kesebelasan tersebut, hingga namanya berganti menjadi Persiwa Bina Putra FC.  Nasib nahas dialami pula oleh Persiram Raja Ampat karena akuisisi dengan PS Tira atau PS TNI. Total biaya untuk mengambil alih Persiram berkisar Rp 17 miliar.

Lalu mengapa klub asal Teluk Cenderawasih ini harus dilepas kepada pengusaha Lampung? Apa karena manajemen keteteran mencari sponsor dan buang handuk hingga rela menjual klub Cenderawasih Jingga?

Loading...
;

Memang masalah financial klub masih menjadi ganjalan bagi klub-klub profesional di Papua untuk bangkit bersaing di kancah sepak bola profesional di Indonesia. Bermodal semangat saja ternyata bukan jaminan menarik pihak sponsor. Persipura klub berjuluk Mutiara Hitam saja masih ketar-ketir mencari sponsor, bahkan Ketua Persipura BTM memasang kuda-kuda agar Bank Papua harus mensponsori klub berjuluk Mutiara Hitam. Sementara PT Freeport sendiri sudah tak lagi melirik klub-klub sepak bola di Papua, meski harus diakui prestasi Persipura membuat pihak Freeport masih tertarik jadi sponsor.

Prestasi Perseru memang tak sehebat Persiwa maupun Persiram Raja Ampat, tetapi kehadirannya di kancah sepak bola profesional membuka peluang bagi para pesepak bola Papua berkarier. Pasalnya tak semua pemain bisa dikontrak masuk Persipura, sedangkan hendak keluar Papua butuh persaingan dan biaya untuk mencari klub lain.

“Karena alasan finansial dan tidak adanya sponsor maka PERSERU Serui akan meninggalkan atau keluar dari LIGA 1/Liga dengan kasta tertinggi persepakbolaan indonesia, sayonara PERSERU, sayonara Stadion MARORA @ PSSI @KEMENPORA_RI @IDFreeport,” tulis akun resmi Kota Serui.

Masalah sponsor

Masuknya klub-klub Papua maupun klub lainnya ke liga utama di Indonesia jelas menuntut banyak aturan liga sesuai standar AFC, antara lain legalitas atau terdaftar sebagai anggota resmi PSSI. Klub harus berbadan hukum dan sahamnya bisa dimilik publik. Infrastruktur stadion yang menjadi home base, klub Persipura belum memiliki stadion sendiri dan masih menyewa stadion Mandala.

Sporting setiap klub harus punya pembinaan usia dini berkelanjutan dan kompetisi teratur. Manajerial mungkin salah satu faktor penting dalam klub karena harus profesional dan rapi, ada kantor sekretariat, general manager, dan sebagainya.

Finansial masih menjadi soal dalam klub termasuk klub klub di Papua yang minim sponsor. Laporan keuangan haris jelas dan transparan serta tidak punya tunggakan gaji kepada pemain maupun pelatih.

Persipura sendiri masih bermasalah dalam mencari sponsor, sebab faktor inilah yang membuat tim berjuluk Mutiara Hitam lambat tunjuk pelatih dan kontrak pemain. Musim 2017 Ligue 1 lalu, tim berjuluk Mutiara Hitam  sulit sekali memperoleh sponsor. Apapula yang menyebabkan jersey Persipura tak dipenuhi dengan lambang sponsor. Hanya Bank Papua sendiri yang setia menempel di jersey “Merah Strip Hitam” sejak 2004 lalu ketika Persipura mulai ikut Liga Utama Sepak bola Indonesia.

Sponsor Persipura terbesar barulah PT Freeport Indonesia, alasan perusahaan tambang yang sudah 50 tahun mengeruk emas di tanah Papua itu karena prestasi Persipura. Prestasi Persipura dalam beberapa musim yang membuat PT Freeport tertarik menjadi sponsor selama dua musim 2013 dan 2014. Selama dua musim itu Persipura mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp 18 miliar saja.

Mantan Sekretaris Umum Persipura, M Thamrim Sagala, menyebutkan selama kompetisi tim bertajuk Mutiara Hitam terus menekan defisit anggaran. Disebutkan pada musim 2010/11 saat Persipura menjuarai ISL tim bertajuk Mutiara Hitam itu mengalami defisit sebesar Rp 10 miliar, sementara musim 2011/12 defisit Persipura berkurang menjadi Rp 7 Miliar. Musim 2012-2013 berkurang karena telah mendapat sponsor dari PT Freeport dan PT Bank Papua.

Prestasi yang berhasil ditorehkan Persipura, kata Tommy Benhur Mano, ada lima sponsor yang tertarik untuk melakukan investasi di klub Persipura. Persipura menarik investor karena dinilai layak , prestasi, dan tiga kali juara ISL.

Persipura dalam kompetisi ISL 2012/13 mendapat sponsor dari PT Bank Papua dan PT Freeport Indonesia. Dana yang diperoleh dari PT Freeport itu akan diprioritaskan untuk pembinaan pemain, fasilitas pemain, dan pengurus untuk mengikuti pertandingan serta penyediaan bonus bagi pemain yang berprestasi.

Meski Persipura punya prestasi, meraih sponsor hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi klub berjuluk Mutiara Hitam. Hengkangnya klub-klub Papua karena financial membuat tim Mutiara Hitam kini hanya satu klub wakil Papua di kancah sepak bola nasional. Selamat tinggal derby Papua.Berharap jangan sampai Persipura juga demerger hanya gara gara salah mengurus dan faktor finansial semata. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top