HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Selang dua hari, Jayawijaya tambah lagi tiga kasus positif virus korona

Bupati Jayawijaya bersama forkopimda saat memberikan keterangan terkait penambahan tiga kasus positif Covid-19, Sabtu (6/6/2020) di kantor bupati-Jubi/Islami.

| Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kasus positif Covid-19 di Jayawijaya bertambah tiga, setelah pemerintah daerah menerima kepastian dari provinsi pada Jumat (5/6/2020) malam.

Hal ini hanya berselang dua hari, setelah tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Jayawijaya mengkonfirmasi penambahan empat kasus baru yang merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dari penularan lokal.

Selang dua hari, Jayawijaya tambah lagi tiga kasus positif virus korona 1 i Papua

“Sekarang pasien positif yang dirawat di Jayawijaya ada 11 orang. Semuanya ini merupakan OTG yang didapat dari penularan lokal sesuai hasil swab setelah dikarantina, karena akses masuk sudah kita tutup selama tiga bulan ini,” kata Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua yang juga ketua tim gugus tugas Covid-19, kepada wartawan, Sabtu (6/6/2020) di kantornya.

Ia menyebut, hasil swab dari labkesda provinsi Papua memang sedikit terlambat, dikarenakan banyaknya antrian. Apalagi, saat ini ada 68 dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih menunggu hasil swab.

Dengan bertambah kasus ini, pemerintah daerah akan melakukan pemeriksaan rapid test secara besar-besaran di setiap kompleks khususnya di kota Wamena, guna mencari tahu sumber penularan lokal yang terjadi saat ini.

“Jadi contoh misal dilakukan penutupan akses satu jalan, orang berada di sekitar jalan tersebut akan di rapid test. Semua ini telah dikoordinasikan bersama Kapolres dan Dandim untuk melakukan sweeping sambil melakukan rapid test,” kata Banua.

Untuk pembatasan waktu beraktivitas warga sendiri, kata dia, saat ini masih berlaku pembatasan sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WP dan itu akan dijalankan sesuai edaran bupati, sambil mengevaluasi kondisi yang ada saat ini.

Pemerintah pun berharap masyarakat dapat mengikuti aturan tentang pembatasan waktu tersebut, karena penularan lokal sudah sangat banyak.

“Pembatasan waktu ini bukan maunya kita, tetapi sesuai dengan prosedur kesehatan dalam penanganan Covid-19 semuanya untuk menjaga masyarakat. Sehingga masyarakat juga harus bisa menjaga jarak, aktivitas di pasar, pertokoan, menggunakan masker, cuci tangan karena jika tidak maka resikonya penularan bisa lebih banyak lagi,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.