Semburan lumpur di Bekasi akibat pengeboran sumur

Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Semburan lumpur dan air akibat pengeboran sumur oleh warga terjadi di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Penyebab semburan lumpur disertai gas tersebut diketahui Sabtu, (5/9/2020) sekitar pukul 8.00 WIB.

“Itu Sabtu jam 8 pagi, 5 September. Kemudian jam 8, keluar semacam gas. Diindikasikan, kemudian jam 10, gas berhenti keluar lumpur dan air,” ujar Lurah Jatirangga, Ahmad Affandi, Selasa (8/9/2020).

Baca juga :Β Semburan lumpur dan gas muncul di pedalaman Aceh BaratΒ 

Pertambangan di Indonesia dari masa VOC sampai Orde Baru (Freeport)Β 

Pencemaran air akibat bakteri di Kota Jayapura sangat rentan

Video semburan lumpur juga disebarkan akun Instagram @infobekasi pada hari yang sama. Terlihat dalam video, lumpur dan air setinggi kurang lebih dua meter menyembur di sekitar permukiman warga.

Loading...
;

Affandi menyebut, pengeboran semula dilakukan untuk pembuatan wisata kolam renang oleh warga pemilik lahan. Pembuatan kolam renang wisata itu, katanya, telah mendapat izin dari pemerintah setempat.

“Setelah kita selidiki, sama tim dari dinas teknis, itu tujuannya untuk pengeboran air buat kolam renang. Kolam renang buat wisata dia. Dia memang ada izinnya,” ujar Affandi menambahkan.

Hingga kini Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi didampingi tim teknis Dinas Lingkungan Hidup setempat, dan aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab semburan lumpur itu. Affandi mengaku belum memastikan semburan gas, lumpur, dan air itu juga berbahaya untuk warga.

Dia menambahkan, ahli geologi yang merupakan konsultan dari pengeboran oleh warga itu telah menyelidiki kejadian tersebut. Dan belum dapat memastikan kandungan tanah di bawah semburan itu.

Affandi menyebutkan, sejak Senin (7/9/2020) kemarin, semburan lumpur sudah berganti air. “Sambil menunggu isinya apa aja. Apa lumpur terus. Kan, kita juga belum cek juga kandungan di bawah tanah, memang lumpur atau gas, atau memang air,” kata Affandi menjelaskan.

Warga khawatir semburan akan serupa bencana semburan lumpur yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Tapi kita sampaikan tidak seperti itu. Sudah diantisipasi dan sudah ditangani, tapi ya tidak seperti itu lah. Kita segera selesai musibahnya,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top