Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sempat tertunda sehari, akhirnya Beny Siep hirup udara bebas

Beny Siep (berkemeja kotak-kotak) berpose bersama tim kuasa hukumnya, Tim Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua begitu keluar dari LP Abepura. Jubi /Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Helmi mengatakan kliennya, Beny Siep harusnya menghirup udara bebas pada Kamis (16/1/2020) kemarin. Berdasarkan putusan sidang di Pengadilan Negeri Jayapura. Dia dituntut 8 bulan, tetapi putusannya 5 bulan.

“Terhitung ketika dia ditahan di Polsek Sentani, Polres Doyo kabupaten Jayapura sampai di tahanan di LP Abepura. Harusnya sudah bisa bebas sejak hari Kamis 16 Januari 2020. Karena ada kendala kejaksaan negeri sehingga hari ini baru dibebaskan,” kata Helmi yang juga pengacara di ALDP,
kepada Jubi, di depan Lembaga Pemasyarakatan A, Jumat, (17/1/2019).

Helmi mengatakan, terdakwa Beny Siep dikenakan undag-undang darurat. Kasusnya bermula pada 15 Agustus 2019. Saat itu masyarakat Papua sedang melakukan aksi Penolakan New York Agreement yang diakomodir oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

“Saat itu Beny Siep ada di lokasi aksi dan sedang mengambil gambar. Saat itu juga ada oknum polisi yang melihat Beni sedang mengambil gambar kemudian polisi menangkapnya,” katanya.

Helmi mengatakan, saat itu Beny hanya mengambil gambar untuk dokumentasi pribadi.

“Dia mengambil gambar ke arah polisi dan massa aksi saat itu. Pada saat itu polisi merebut HPnya yang sedang dipakai untuk merekam aksi, kemudian dari arah kanan pinggangnya terjatuh sebuah pisau badik beratnya 20 cm. Setelah melihat pisau, jatuh kemudian polisi mengamankan Beni Siep,” katanya.

Loading...
;

Lanjut Helmi, Beny Siep ditahan di Polsek Sentani dan dilanjutkan ke Polres. Di sana polisi menggeledah tasnya Noken di dalamnya terisi ketapel gagang besi dan bendera merah biru putih.

“Itu disebutkan dalam fakta persidangan. Di fakta persidangan terungkap bahwa pisau badik berukuran 20 cm ternyata itu bukan milik Beny Tetapi milik pak Piter Hilapok,” katanya.

“Dalam pledoi yang kami buat terbukti dalam unsur-unsur tersebut. Kami minta untuk meminta pertimbangan. Karena tujuan dari Pak Benny membawa pisau digunakan untuk menjaga diri. itu tujuannya terungkap juga di dalam fakta persidangan bahwa pisau tersebut digunakan untuk menjaga diri,” katanya.

Helmi mengatakan, sidang putusan pada 15 Januari 2020 itu kan tuntutan dibawa jaksa penuntut umum. Tepatnya 8 bulan. Sementra itu kalau putusan lima bulan berarti harusnya dia keluar kemarin. “Tetapi karena ada kendala teknis dan alasan sehingga hari ini baru dia dibebaskan,” katanya.

Beny siep mengatakan, dirinya di tangkap saat aksi yang dimediasi oleh ULMWP di Sentani. Tanggal 15 Agustus 2019.

“Saat itu saya sedang mengambil gambar. Lalu polisi tangkap saya. Dan kenakan pasal Undang Undang Darurat,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top