Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Semua pemangku kepentingan harus duduk bersama

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi- Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, menyikapi situasi kamtibmas di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dalam beberapa pekan terakhir, semua pemangku kepentingan harus duduk bersama.

"Mari kita duduk bersama. Pihak eksekutif dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur, lembaga legislatif, Pimpinan TNI/ Polri dan pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Kami melihat kondisi Jayapura saat ini bahkan seluruh Papua pada umumnya sangat tidak kondusif," kata Kadepa melalui pesan singkatnya kepada Jubi, Minggu (21/5/2017).

Semua pemangku kepentingan harus duduk bersama 1 i Papua

Menurut dia, rakyat sedang bingung dengan tugas pemerintah dan pihak keamanan (TNI/Polri). Ia mempertanyakan ada apa sebenarnya dibalik ini semua. 

"Rakyat hanya butuh satu yaitu ingin hidup aman. Kewajiban pemerintah dan pihak keamanan mewujudkan itu," katanya. 

Sementara itu Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan hingga kini masih mendalami dan mengidentifikasi beberapa orang yang ditangkap ketika tim Polresta Jayapura Kota melakukan penyisiran di wilayah Perumnas III, Waena, Jumat (19/5/2017) petang dan Sabtu (20/5/2017) siang.(*)

Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) A.M. Kamal mengatakan, penangkapan itu dilakukan oleh tim Polresta Jayapura. 
"Masih didalami sama Kapolresta. Saya lagi arah ke Polresta dari arah Keerom, karena ada kegiatan di Keerom. Masih didalami. Ini penangannnya di Polresta Kota," katanya.

Loading...
;

Penangkapan tadi malam, ada yang kena luka tembak, begitu juga penemuan mayat di Bambu Kuning, Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura dan kejadian di depan SMA Teruna Bhakti Waena tadi malam. Semua kasus ini akan diklarifikasi," kata  Kamal ketika dihubungi Jubi, Sabtu (20/5/2017).

Menurutnya, serangkaian kasus sejak Jumat (19/5/2017) hingga Sabtu (20/5/2017) akan diklarifikasi satu persatu nantinya usai dilakukan pendalaman, termasuk penyisiran di mengakibatkan korban luka tembak.

Namun untuk kasus penemuan mayat di Polimak, Sabtu (20/5/2017) kata dia, informasi yang diperoleh pihak kepolisian, korban menderita penyakit ayan (epilepsi). 

"Tapi masih dilakukan pemeriksaan intensif. Keterangan dari rekan-rekan korban, kan begitu, dia punya penyakit ayan. Mau diklarifikasi semua. Makanya saya mau ke Polresta Kota Jayapura, koordinasikan dengan Kapolresta sekalian, beberapa kasus sejak kemarin hingga tadi malam ada yang ditangkap, dicegat dan dikeroyok menggunakan benda tajam. Akan diklarifikasi dulu biar tidak simpang siur, masyarakat bisa mengetahui duduk masalahnya dan tidak menjadi isu SARA," ujarnya.

Sementara dilansir beberapa media menyebut, delapan orang yang ditangkap Tim khusus Polres Jayapura Kota ketika melakukan penyisiran di sekitar Perumnas III, Jumat (19/5/2017) petang, merupakan terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita di Perumnas II, dihari yang sama sekira pukul 05:40 WIT. 

Kapolres Jayapura Kota AKBP Tober Sirait yang memimpin tim mengatakan, satu dari delapan orang yang ditangkap berinisial MI terpaksa ditembak lantaran melawan ketika hendak ditangkap, satu orang lainnya berhasil melarikan diri dengan lompat ke dalam jurang.

Menurutnya, delapan orang yang diamankan itu diduga merupakan dalang sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polres Jayapura Kota, Polres Jayapura dan Pores Keerom.

"Mereka lini diamankan di Mapolres Jayapura Kota dan sedang diperiksa penyidik. Khusus MI yang dilumpuhkan dalam penangkapan, masih ditangani tim medis di RS Bhayangkara Jayapura," kata AKBP. Tober Sirait. 

Katanya, penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan keterkaitan dalam sejumlah kasus. Tak menutup kemungkinan mereka merupakan pelaku tindak kekerasan yang terjadi ditiga wilayah hukum yakni Polres Jayapura Kota, Polres Keerom dan Polres Jayapura.

Dalam dua pekan terakhir, serangkaian aksi kekerasan terjadi di Kota dan Kabupaten Jayapura.  Kamis (11/5/2017) sekira pukul 00.30 WIT, dosen Fakultas Ekonomi Unversitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Suwandi meninggal dunia usai dirampok dan dibacok orang tak dikenal (OTK) di tikungan dekat Gedung Pramuka, Jalan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

Ketika itu, korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Perumahan Dosen Uncen, Buper, usai membayar tagihan listrik via ATM di Ekspo, Waena. Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa kabur motor yang dipakai korban.

Sabtu (13/5) dinihari di Jalan Sentani-Hawai, Kabupaten Jayapura, seorang wanita, Fitri Diana (22) warga Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura meninggal dunia akibat ditikam orang tidak dikena. Korban mengalami luka tusukan benda tajam pada tangan kanan, ketiak sebelah kanan, telinga, dan pada bagian leher. 

Sabtu (13/5/2017) siang, orang bertopeng yang membawa parang menodong 11 remaja putri di perbukitan belakang Kampus Universitas Ottow Geissler Kotaraja, Kompleks Bisoka II, Jl Munawir Kotaraja Dalam. Pelaku merampas tas seorang korban yang berisikan empat buah handphone. Pelaku yang membawa parang menghadang korban yang saat itu hendak meninggalkan perbukitan usai berfoto.

Jumat (19/5/2017) sekira pukul 05.40 WIT, seorang wanita yang pekerja di salah satu warung tahu tek di Perumnas II bernama Teresia Lampyompar (42 tahun), ditemukan tak dalam got depan PLTD Waena Distrik Heram, Kota Jayapura. Di tubuh korban terdapat sejumlah luka tusukan benda tajam. (*)

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top