Semua pihak harus terlibat pulihkan pendidikan di Yahukimo

Ilustrasi siswa SD - Jubi. Dok
Semua pihak harus terlibat pulihkan pendidikan di Yahukimo 1 i Papua
Ilustrasi siswa SD – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang, Natan Pahabol, berharap semua pihak dapat berperan memulihkan aktivitas belajar mengajar di Yahukimo.
Pernyataan tersebut dikatakan Natan Pahabol terkait adanya informasi yang menyatakan aktivitas belajar mengajar tingkat taman kanak-kanak hingga hingga sekolah menengah atas di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, lumpuh sejak aksi unjukrasa mahasiswa eksodus di wilayah itu pada 23 Agustus 2019.
“Pemerintah daerah mesti segera mencari cara mengembalikan aktivitas belajar mengajar dari kota hingga ke sampai kampung. Pihak gereja juga mesti melakukan pastoral sebagai bentuk penguatan kepada warga jemaat agar anak-anak mereka bisa kembali sekolah,” kata Natan Pahabol, kepada Jubi, Sabtu (2/11/2019).
Selain itu menurutnya, para kepala suku, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan pihak lainnya mesti mensosialisasikan kepada masyarakat Yahukimo jika daerah itu aman dan damai, agar pendidikan di wilayah tersebut dapat kembali berlangsung normal seperti semula.
“Pendidikan ini penting. Dua pekan saja belajar mengajar tidak berjalan maksimal, siswa sudah dirugikan, apalagi jika sampai dua bulan. Kami sayangkan situasi ini,” ujarnya.
Natan Pahabol khawatir situasi ini tidak hanya terjadi di Yahukimo, tapi juga di beberapa daerah lain di Papua yang pernah melakukan demonstrasi mengecam ujaran rasisme beberapa waktu lalu.
Dinas Pendidikan Provinsi Papua diminta perlu segera menurunkan tim monitoring ke berbagai kabupaten memastikan penyebab proses belajar mengajar di berbagai daerah tak berjalan normal.
“Saya menduga ada yang berupaya agar pendidkan lumpuh. Mulai dari perguruan tinggi, SMA, SMP, SD, hingga PAUD. Pemerintah di setiap daerah mesti memberikan jaminan keamanan, agar pendidikan bisa kembali normal,” ucapnya.
Seorang orangtua siswa dari SMA Dekai, Laus Asso, kepada Jubi beberapa hari lalu mengatakan ia menitipkan anaknya ke luar kota sehingga kini ia tidak bersekolah lagi. Padahal di kota lain, siswa sudah melakukan ujian tengah semester.
“Saya berharap bupati dan Dinas Pendidikan segera mencari solusi terkait pendidikan anak-anak yang kini terbengkalai,” kata Laus Asso.
Menurutnya, hingga kini Dinas Pendidikan Yahukimo belum menjelaskan penyebab sekolah tidak beraktuvitas. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top