Senat AS gagal hentikan penjualan senjata ke UEA

Papua, Wakil rakyat senat
Kursi senat – Jubi/pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Upaya Senat Amerika Serikat untuk menghentikan kesepakatan penjualan senjata berteknologi tinggi yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Uni Emirat Arab, belum berhasil. Hal itu disebabkan anggota Senat dari Partai Republik menentang resolusi ketidak-setujuan yang berusaha memblokir penjualan-penjualan pesawat tanpa awak dan jet tempur F-35.

Dalam pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu, (9/12/2020) kemarin, diperoleh suara 50-46 dan 49-47 untuk mempertimbangkan penghentian resolusi, setidaknya sampai Presiden Joe Biden dilantik sumpah jabatan pada 20 Januari 2020.

Baca juga : Senjata nuklir akan segera ilegal, Pasifik desak penyelesaian demi penyintas

Ini sikap Israel usai PBB menolak perpanjang embargo senjata Iran

Rusia lengkapi senjata nuklir hipersonik dan pesawat nirawak angkatan laut

Biden berasal dari Partai Demokrat dan dia diharapkan mau mengevaluasi penjualan-penjualan senjata. Sebelumnya pada Rabu pagi, Trump menerbitkan sebuah pemberitahuan resmi atas niatnya untuk memveto sejumlah kebijakan yang diloloskan Senat dan DPR Amerika Serikat

Loading...
;

Gedung Putih menjelaskan penjualan senjata itu untuk mendukung kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan objektivitas keamanan nasional dengan memungkinkan Uni Emirat Arab mencegah peningkatan perilaku yang agresif dan ancaman dari Iran setelah Uni Emirat Arab mengunci kesepakatan damai dengan Israel.

Mereka yang mendukung penjualan senjata ini juga menggambarkan Uni Emirat Arab sebagai mitra penting Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dua paket senjata berteknologi tinggi rencananya akan dijual sebesar USD.23 miliar atau Rp324 triliun kepada Uni Emirat Arab. Namun mereka yang menentang rencana ini beralasan transaksi ini terlalu terburu-buru, tanpa jaminan yang cukup bahwa peralatan tidak akan jatuh ke tangan yang salah atau ketidak-stabilan Timur Tengah.

Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat juga mengkritisi Uni Emirat Arab atas keterlibatannya di perang Yaman. Perang yang berawal dari sebuah konflik ini sekarang telah menjadi salah satu sebuah bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Pada November lalu, Pemerintah Amerika Serikat mengatakan kepada Kongres telah menyetujui penjualan besar-besaran ke Uni Emirat Arab produk-produk General Atomics, Lockheed Martin Corp dan Raytheon Technologies Corp.

Sejumlah anggota parlemen waswas transfer senjata ini bakal mencederai jaminan Amerika Serikat bahwa Israel akan mempertahankan sebuah keunggulan militer di kawasan. Akan tetapi, Israel meyakinkan tidak keberatan dengan penjualan senjata tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top