TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Senator Papua Barat Protes ke Kapolri, Wamafma : Operasi Damai Cartenz rasis ke OAP

Papua
Wakil Ketua I Komite I DPD RI Filep Wamafma. (Jubi/dokumentasi pribadi).

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Senator Papua Barat Filep Wamafma mengkritisi pernyataan Polri dalam penyebutan Orang Asli Papua (OAP) sebagai target pembinaan dalam operasi damai Cartenz 2022.

Filep menilai, penyebutan OAP dalam operasi ini terkesan menggeneralisasi, merendahkan bahkan bersifat rasis bahwa seolah-olah seluruh OAP adalah orang-orang yang menciptakan gangguan keamanan di Papua.

“Pernyataan terkait dengan hal tersebut di sangat bersifat merendahkan orang asli Papua atau dalam bahasa hukumnya dapat dikategorikan bernuansa rasis atau kriminalisasi seluruh orang asli Papua,” ujar Wamafma dalam siaran persnya kepada Jubi, Kamis (13/1/2022).

Wakil Ketua I Komite I DPD RI ini meminta kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut, karena sangat menyudutkan dan menjustifikasi seluruh orang asli Papua sebagai pelaku kriminal atau pelaku tindak pidana kejahatan di tanah Papua.

“Hal ini sangat mencoreng harkat dan martabat kami manusia khususnya orang asli Papua. Oleh sebab itu saya minta agar definisi orang asli Papua yang dijadikan sebagai objek dalam program ini dihapus.

Bahwa kalau disebut sebagai orang asli Papua berarti mungkin realisasinya semua orang asli Papua dalam peristiwa ini, tapi ini harusnya menyasar kepada oknum, orang-orang yang memiliki paham yang berbeda itu,” ungkap Filep.

Kepolisian Negara RI (Polri) akan memberlakukan Operasi Damai Cartenz saat berakhirnya operasi Nemangkawi pada 25 Januari 2022 mendatang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, operasi Damai Cartenz ini menyasar Orang Asli Papua (OAP) sebagai target utama pembinaan.

“(OAP) sebagai target operasi, maksudnya target pembinaan,” ujar Brigjen Ahmad Ramadhan dikutip dari Kompas, Rabu (12/1/2022).

Ia menambahkan, operasi Damai Cartenz di antaranya berupa kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua terutama OAP.

Menurutnya, operasi ini memiliki fokus pembinaan yang disebut sebagai pendekatan pembinaan masyarakat (binmas) noken.

“Jadi ada upaya-upaya Polri bersama masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya mensejahterakan masyarakat. Namanya itu binmas noken atau pendekatan kepada masyarakat,” ujar dia.

Selain itu, dalam operasi Damai Cartenz 2022 juga akan dilaksanakan upaya penegakan hukum saat dibutuhkan. Akan tetapi menurutnya, upaya-upaya preventif akan lebih diutamakan daripada upaya penegakan hukum. Artinya, penegakan hukum ditempatkan sebagai fungsi pendukung.

“Operasi Damai Cartenz ini mengedepankan tiga fungsi diantaranya fungsi intelijen, fungsi bimas, dan fungsi humas,” ujarnya.

Ramadhan menegaskan penindakan hukum tentu masih dilakukan dalam operasi Damai Cartenz oleh satgas gakkum namun tidak dikedepankan.

“Cara bertindak yang dikedepankan dalam Operasi Damai cartenz ini persuasif dan preventif. Dengan kedepankan tiga fungsi di atas dengan didukung fungsi preventif sabhara dan gakkum,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us