TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Senayan sahkan Jenderal Andika Perkasa panglima TNI, pernah dikaitkan kematian Theys

Papua, Wakil rakyat senat
Kursi senat – Jubi/pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sidang Paripurna DPR di Senayan, Senin (8/11/2021) mengesahkan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI pilihan Presiden Jokowi. Paripurna dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani dan dihadiri langsung Andika Perkasa.

Sebelum pengesahan, Komisi I DPR terlebih dulu menyampaikan laporan hasil fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap Andika Perkasa yang digelar Sabtu (6/11) lalu. Laporan Komisi I disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Usai mendengar laporan Komisi I Puan melempar ke peserta rapat pilihan untuk menyetujui Andika sebagai Panglima TNI.

“Sidang dewan perkenankan kami tanya, apakah laporan Komisi I DPR RI atas hasil uji kelayakan fit and proper test tentang pemberhentian Hadi Tjahjanto dan menetapkan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI dapat disetujui,” kata Puan yang langsung disambut kata setuju oleh anggota dewan.

Puan Maharani sempat mengabaikan interupsi dari salah satu anggota dewan dalam Rapat paripurna itu. Interupsi terjadi sesaat setelah paripurna DPR menyetujui Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Setelah Puan mengetuk palu sidang, dilanjutkan dengan kalimat penutup, interupsi datang dari salah satu anggota dewan.

“Pimpinan interupsi pimpinan,” kata anggota dewan tersebut.

Anggota dewan itu terus mengajukan interupsi namun Puan tetap melanjutkan kalimat penutup sidang.  Puan akhirnya berhasil menutup sidang tanpa memberi kesempatan anggota dewan itu berbicara.

Baca juga : Belum laporkan harta kekayaan, petinggi KSAD ini disebut sudah konsultasi dengan KPK
Jenderal ini diberhentikan usai menulis surat terbuka
Makam Theys Hiyo Eluay juga harus diperhatikan

Sebelum diputuskan secara  sah sebagai Panglima TNI, tercatat Sabtu, (6/11/2021)  pekan lalu digelar Fit and proper test Andika Perkasa oleh Komisi I DPR.  Dalam acara itu Andika memaparkan visi dan misinya serta menjawab sejumlah pertanyaan dari anggota dewan.

Sedangkan pemilihan Andika sebagai Panglima TNI oleh Presiden Jokowi menuai kritik. Pemilihan Andika dianggap oleh koalisi masyarakat sipil sebagai kebijakan yang tak peka terhadap hak asasi manusia (HAM).  Koalisi sipil menyoroti sejumlah hal, terutama terkait dugaan pelanggaran HAM. Andika pernah dikaitkan dengan pembunuhan tokoh Papua, Theys Hiyo Eluay 2001 silam.

Andika juga disorot karena memiliki harta kekayaan sebesar Rp179 miliar. Angka itu merupakan pencatatan terbaru di Laporan Harta dan Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Oops, something went wrong.

Rekomendasi

Follow Us