HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Seniman Samoa kecam komentar rasial Wakil PM Australia

Puisi artis Samoa terkemuka, Yuki Kihara, atas komentar Wakil Perdana Menteri Australia, Michael McCormack. - Samoa Observer
Seniman Samoa kecam komentar rasial Wakil PM Australia 1 i Papua
Puisi artis Samoa terkemuka, Yuki Kihara, atas komentar Wakil Perdana Menteri Australia, Michael McCormack. – Samoa Observer

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Wakil Perdana Menteri (PM) Australia, Michael McCormack, menerima kritik pedas dari Samoa karena berkata orang-orang Kepulauan Pasifik akan selamat dari krisis dampak perubahan iklim, berkat peluang pekerjaan memetik buah di Australia.

Komentar tersebut telah digambarkan sebagai ‘rasial’ dan ‘bodoh’ oleh artis Samoa terkemuka, Yuki Kihara.

Seniman Samoa kecam komentar rasial Wakil PM Australia 2 i Papua

Wakil PM Australia mengeluarkan komentar itu saat menghadiri forum bisnis Jumat lalu di Australia, setelah kebijakan lingkungan hidup Australia dikritik dalam pertemuan PIF di Tuvalu pekan lalu.

“Mereka akan bertahan hidup, mereka terus bertahan hidup dengan bantuan besar dari Australia. Mereka akan hidup karena banyak pekerja mereka yang datang ke sini dan memetik buah di sini.”

Yuki Kihara adalah seniman multi disiplin dari Samoa. Menanggapi komentar McCormack yang dilaporkan oleh berbagai media Australia, Kihara menuliskan sebuah puisi.

“Buahmu bertumbuh di tanah yang bukan milikmu,” tulisnya.

“Menurut saya Wakil PM Australia itu sangat rasis dan bodoh saat ia berkata bahwa wilayah Pasifik itu dapat bertahan hidup dengan bantuan Australia dan industrinya, mengingat sejarah kolonial mereka di wilayah Pasifik,” jelas Kihara tentang puisinya.

Pada abad ke-19 dan ke-20, industri Australia membawa sekitar 60.000 orang kepulauan Pasifik ke negara bagian Queensland dan New South Wales, sering kali dengan paksa, diculik atau penipuan, untuk bekerja di perkebunan kapas dan gula dalam praktik yang dikenal sebagai ‘blackbirding’.

Sejarah penambangan fosfat Australia di Banaba (sekarang Kiribati) juga sangat kontroversial.

Kedua masalah itu juga disinggung Kihara dalam puisi itu.

“Mengingat panjangnya daftar ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah Australia, termasuk menolak untuk menghentikan industri dan pertambang batu bara yang mempercepat dampak perubahan iklim, bantuan yang diberikan tidak boleh digunakan untuk menutupi kekerasan kolonial Australia yang masih berlangsung terhadap orang-orang Pasifik,” tegas Kihara. (Samoa Observer/Sapeer Mayron)


Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.