HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sensus Penduduk di Papua akan berbasis online tahun depan

Warga sedang antre mengurus dokumen kependudukan di Kantor Dukcapil Kota Jayapura. - Jubi/Ramah
Sensus Penduduk di Papua akan berbasis online tahun depan 1 i Papua
Warga sedang antre mengurus dokumen kependudukan di Kantor Dukcapil Kota Jayapura. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Simon Sapari mengatakan Sensus Penduduk (SP) berbasis online akan dimulai tahun depan, pada Februari hingga Juni.

“Dalam pelaksanaanya kami sudah siap. Sensus yang digelar setiap 10 tahun ini pertama kali akan menggunakan sistem online. Pertanyaan di antaranya berupa pekerjaan dan tempat tinggal,” ujar Simon di Jayapura, Sabtu (7/12/19).

Sensus Penduduk di Papua akan berbasis online tahun depan 2 i Papua

Menurut Simon, perlu disosialisasikan lagi ke masyarakat terkait cara mengisi kuisioner secara online, supaya paham cara memasukkan datanya sendiri di aplikasi yang sudah disiapkan.

“Januari 2020 kami sudah sosialisasikan penggunaanya. Ini penting. Kami minta masyarakat untuk antusias mendukung pelaksanaan sensus penduduk online ini, karena merupakan salah satu cara menuju satu data kependudukan,” ujar Simon.

Simon mengaku, meski siap melaksanakan SP online tahun depan, fasilitas internet jadi kendala karena tidak semua kabupaten di Papua terjangkau jaringan internet.

“Nanti kami kerja sama dengan Telkom. Target kami SP online ini 30 hingga 40 persen dari 4 juta jumlah penduduk di Papua. Kabupaten yang lain kami belum bisa putuskan karena terkait jaringan internet. Jadi, nanti kita punya data jumlah penduduk berdasarkan survei dan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” jelas Simon.

Loading...
;

Bila warga belum mengisi kuisioner secara online pada Juli 2020, Simon menambahkan, petugas BPS akan melaksanakan sensus dari rumah ke rumah atau door to door.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli mengaku telah menyusun database kependudukan berupa pengambilan data retina mata dan sidik jari, agar tidak terjadi data ganda seperti orang yang sudah meninggal, pindah ke luar daerah, maupun yang datang ke Kota Jayapura.

“Orang-orang yang tidak muncul untuk melakukan perekaman maka NIK yang bersangkutan diblokir. Setelah orang yang bersangkutan datang mengurus KTP, baru NIK yang diblokir akan dibuka kembali. Ini dilakukan agar mendapatkan data valid jumlah penduduk,” jelas Merlan. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa