Follow our news chanel

Sentuhan kasih buat para pecandu

Penyerahan bantuan dari SMP Negeri 1 Nabire untuk Rumah Singgah Generasi Emas Papua – Jubi/Titus Ruban

 

Sentuhan kasih buat para pecandu 1 i Papua
Penyerahan bantuan dari SMP Negeri 1 Nabire untuk Rumah Singgah Generasi Emas Papua – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pecandu Lem Aika Aibon sejatinya merupakan korban. Mereka perlu sentuhan kasih.

KEREMANGAN malam disusuri Amos Yeninar hampir saban hari. Lokasi tongkrongan di berbagai sudut Kota Nabire pun disambanginya satu per satu. Dia ingin menjumpai para pecandu Lem Aika-Aibon untuk diajak ke Rumah Singgah Generasi Emas Papua, yang dikelolanya.

Pecandu yang kebanyakan bocah putus sekolah itu akan diperlakukan secara manusiawi dengan kelembutan dan kasih sayang. Mereka diberi makan dan minum serta pakaian oleh pihak pengelola rumah singgah tersebut.

Yeninar sebagai pengelola bahkan tidak segan memandikan dan mengantikan pakaian para penghuni rumah singgahnya. Tugas itu pun hampir saban hari dan dilakoninya dengan penuh kerelaan.

“Saya tidak akan pernah berhenti mengurusi anak-anak pecandu Aibon. Saya juga tidak akan mengeluh, bosan, dan marah terhadap mereka,” kata Yeninar kepada Koran Jubi, pekan lalu.

Loading...
;

Tekad dan komitmen itu sudah mengakar di hati beserta pikiran Yeninar. Karena itu, melayani anak-anak pecandu Aika Aibon mampu dijalaninya tanpa pamrih.

Yeninar menganggap para pecandu sejatinya ialah korban. Mereka terjebak dalam keruwetan hidup akibat ketidakharmonisan hubungan di keluarga.

“Jadi, saya minta kepada siapa pun untuk tidak memarahi anak-anak itu. Mereka ialah korban dari ketidakmampuan keluarga dalam mengurusi anak,” tegas Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Solagratia, Distrik Teluk Kimi, tersebut.

Rumah Singgah Generasi Emas Papua berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Oyehe. Letaknya persis di samping Gedung Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nabire. Rumah itu ditempati sejak tiga tahun lalu atas pemberian serta seizin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nabire.

Derma donator

Layanan dan santunan terhadap pecandu Aika Aibon diperoleh dari sumbangan para donator. Ada yang menyumbangkan uang dan ada pula berupa barang serta bahan makanan.

Salah satu donatur mereka ialah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Nabire. Sekolah itu beranjangsana sekaligus menyerahkan bantuan kepada Rumah Singgah Generasi Emas Papua pada Kamis (25/7/2019).

Bantuan tersebut dikumpulkan dari sumbangan para siswa baru saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Sumbangan sebanyak 1 liter beras setiap siswa itu, sebagiannya dijual untuk dibelikan kebutuhan pokok lain. Selanjutnya, disumbangkan kembali kepada Rumah Singgah Generasi Emas Papua.

“Selain 50 kilogram beras, ada mi instan, telur dan gula yang kami sumbangkan,” kata Guru SMP Negeri 1 Nabire, Amos Munda Tikupasang, saat penyerahan bantuan.

SMP Negeri 1 Nabire baru kali ini berderma ke rumah singgah yang dikelola Yeninar. Namun, aksi kemanusiaan seperti itu bukan hal baru buat mereka. Sekolah yang beramat di Jalan RE Martadinata tersebut rutin menyambangi dan menyerahkan bantuan kepada sejumlah panti sosial saban tahun.

“Pihak sekolah selalu mengajak para guru dan siswa untuk peduli terhadap sesama. Kami memiliki pelajaran muatan lokal, kepedulian seperti ini lebih cepat diserap (dipahami) siswa daripada belajar dari buku,” jelas Amos.

Yeninar pun berterima kasih atas kepedulian dari para guru dan siswa SMP Negeri 1 Nabire. Dia memastikan sumbangan tersebut akan diberikan kepada para penghuni rumah singgah.

“Kami sering mendapat sumbangan suka rela dari para donatur sejak tiga tahun lalu.”

Pusat rehabilitasi

Yeninar juga tengah merintis pembangunan pusat rehabilitasi bagi korban kecanduan Aika Aibon di Nabire. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari Rumah Singgah Generasi Emas Papua.

“Pusat rehabilitasi akan menampung penghuni rumah singgah yang ingin sembuh dari ketergantungan Aibon. Mereka perlu dikondisikan agar tidak kembali terpengaruh dengan teman-temannya,” kata Yeninar.

Pusat rehabilitasi dibangun seluas 54 meter persegi di Kelurahan Kalibobo. Wujud fasilitas tersebut saat ini masih berupa pondasi bangunan.

Pembangunannya pun mendapat sokongan dari para dermawan. Salah satunya Komunitas Enaimo Nabire (Kena). Sokongan itu berupa material bangunan yang diserahkan pada Jumat.

“Ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian kami. Sebab, Kena juga memiliki misi yang sama, yakni memerangi penyalahgunaan Aibon di Nabire,” kata Wakil Ketua Kena, Debora Nawipa.

Material bangunan sumbangan Kena berupa 20 keping seng, dua zak semen dan 1 meter kubik kayu besi. Namun, pusat rehabilitasi tersebut masih membutuhkan uluran tangan para dermawan, terutama untuk memenuhi kebutuhan material bangunan. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top