Seorang anak tewas, diduga dianiaya anggota Satgas Pamtas pos Asiki-Boven Digoel

papua, penganiayaan, satgas pamtas
Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi– Oktovianus Warip Betere (16) seorang anak dari Asiki, Kabupaten Boven Digoel-Papua, tewas. diduga dia dianiaya anggota Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) 561 Caraka Yudha Kodam Brawijaya yang bertugas di Asiki.

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke (KAME), Pastor Anselmus Amo, MSC yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (26/7/2020) membenarkan kejadian itu. “Saya sudah melakukan komunikasi dengan Pastor Paroki Asiki, Pastor Yakob dan benar ada dugaan kekerasan dilakukan oknum anggota Satgas Pamtas 561 yang bertugas di Asiki,” ujarnya.

Dari laporan Pastor Paroki Asiki, penganiayaan terjadi siang hari di pos Satgas pada Jumat 25 Juli 2020. Lalu korban diduga tewas di pos setelah dianiaya. Karena saat dibawa ke klinik Asiki dan dilakukan pemeriksaan, korban telah meninggal dunia.

Sesuai informasi Pastor Paroki Asiki, sebelumnya kemungkinan ada warga melapor ke anggota Satgas Pamtas 561 kalau korban diduga mencuri. Hanya tidak diketahui apa yang dicuri korban.

Menerima laporan itu, lanjut Pastor Amo, anggota Satgas datang ke pasar Asiki sekaligus mencari korban yang kebetulan ada di situ. “Betul anak itu (korban) sempat melarikan diri, namun dikejar dan ditangkap. Selanjutnya dianiaya, lalu dinaikkan ke atas mobil dan dibawa ke pos Satgas,” ujarnya.

Setelah dibawa ke pos Satgas, korban diduga dipukul lagi hingga meninggal dunia. Setelah itu baru dibawa ke klinik Asiki untuk diperiksa. “Betul ada kekerasan di beberapa bagian tubuhnya sesuai hasil visum,” katanya.

“Tidak tahu oknum anggota Satgas memukul dengan cara bagaimana hingga korban meninggal dunia. Saya pun tidak tahu berapa orang oknum anggota memukul korban,” ujarnya.

Loading...
;

Pastor kelahiran Kedang, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu meminta agar kasus ini ditelusuri lebih jauh, sehingga menjadi jelas. Karena masyarakat Asiki tak menerima kematian korban.

Kasus kematian korban, tegasnya, harus diusut tuntas dan pelakunya diproses hukum. “Kami ada tim SKP di Asiki dan nanti akan menelusuri lebih lanjut,” ujarnya.

Secara terpisah Kapenrem 174/ATW, Mayor (inf) Suko Raharjo melalui telepon selulernya mengaku, tim investigasi dari Korem 174/ATW yang dipimpin Kasrem telah ke Asiki pada Sabtu kemarin (25/7/2020).

Sejauh ini menurutnya belum ada laporan dari sana. Karena tim masih terus melakukan investigasi lebih lanjut.

Ditanya apakah benar korban dianiaya di pos Satgas Asiki hingga meninggal, Kapenrem membantahnya. “Tidak benar, korban baru meninggal di Puskesmas Asiki,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top