Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Seorang napi Lapas Merauke tewas di tangan rekan sekamarnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Merauke, Bekti Utomo – Jubi/Frans L Kobun

 

Seorang napi Lapas Merauke tewas di tangan rekan sekamarnya 1 i Papua
Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Merauke, Bekti Utomo – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Aan Sarifudin, narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke yang menghuni kamar tiga, tewas setelah dipukul sesama napi atas nama Otniel.

Seorang napi Lapas Merauke tewas di tangan rekan sekamarnya 2 i Papua

Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Merauke, Bekti Utomo, kepada Jubi diruang kerjanya, Rabu (9/10/2019), mengatakan korban Sarifudin adalah narapidana kasus perlindungan anak yang divonis penjara 8 tahun. Dia akan bebas tanggal 22 Oktober 2022.

Sedangkan Otniel adalah napi kasus perlindungan anak dan divonis 11 tahun penjara. Namun bersangkutan melakukan tindakan main hukum sendiri terhadap korban.

Dikatakan, pada Selasa, 8 Oktober 2019, sekitar pukul 17.30 WIT, ada laporan ke petugas keamanan kalau salah seorang warga binaan di kamar tiga mengeluh sakit, sehingga meminta dilakukan observasi.

“Lalu saya menelpon petugas kesehatan dan beberapa saat kemudian datang ke kamar tiga. Sekaligus melakukan tensi dan kondisinya normal. (Yang bersangkutan) hanya digosok minyak tawon di bagian belakang kepala,” ujarnya.

Loading...
;

Dengan demikian, katanya, dianggap tak ada masalah serius. Setengah jam kemudian, kepala keamanan melaporkan sekitar pukul 19.00 WIT, korban mengeluh sakit pada bagian belakang kepala dan minta diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke guna mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Setelah ditangani dokter, menurutnya, beberapa saat kemudian, datang laporan korban dalam keadaan kritis.

“Saya pun langsung lari ke rumah sakit. Begitu sampai dis ana, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” katanya.

Dari keterangan sejumlah saksi, masalahnya adalah penggunaan elemen atau pemanas air. Entalah apakah ada perebutan pemanas atau tidak, nanti kepolisian yang menyelidiki lebih lanjut.

Dikatakan, saat itu, korban sedang duduk di depan pintu. Lalu pelaku dari arah kiri datang sekitar satu meter, langsung memukul dengan tangan di bagian rahang. Seketika korban terjatuh dan kepala bagian belakang membentur terali besi.

Ditambahkan, setelah mengetahui korban meninggal di rumah sakit, sesama rekan lain hendak mengamuk. Mereka langsung diamankan di ruang isolasi. Petugas lapas menelpon polisi untuk datang mengambil yang bersangkutan untuk dititipkan di sel tahanan polres.

“Saat ini pelaku diamankan di sana dan proses hukum tetap berjalan seperti biasa, karena ada unsur kesengajaan menghilangkan nyawa orang lain,” tegasnya.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suhardi, membenarkan pelaku yang juga napi itu diamankan di sel tahanan dan akan diproses secara hukum.

“Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk beberapa rekan napi yang melihat kejadian pemukulan itu,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top