HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Seorang warga di daerah ini diduga terjangkit virus corona

Ilustrasi virus. -Pixabay.com
Seorang warga di daerah ini diduga terjangkit virus corona 1 i Papua
Ilustrasi virus. -Pixabay.com

Pasien itu sempat dikarantina bersama rekan-rekannya untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Malaysia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kepulauan Tanimbar, Jubi -Seorang warga desa Sifnana, kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, provinsi Maluku diduga terjangkit virus Corona. Pasien itu diketahui mengeluh karena batuk, mengalami sakit tulang belakang dan sesak nafas.

Seorang warga di daerah ini diduga terjangkit virus corona 2 i Papua

“Atas laporan itu, tim kami langsung diterjunkan ke rumahnya di Sifnana dan membawa dia ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur penanganannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Edwin Tomasoa, Kamis, (13/2/2020).

Baca juga : Sembilan TKA China di Pabrik Semen Maruni dinyatakan bebas Corona

Pasien di RSUD Soedarso negatif corona

Dinkes Nabire rapat koordinasi pencegahan virus corona

Loading...
;

Edwin menyatakan pada penanganan awal, tim medis telah mengambil spesimen seperti usapan dari kerongkongan atau lendir yang akan dikirim ke Surabaya untuk diteliti.

“Selama menanti hasil penelitian tim dokter di Surabaya, pasien masih akan dikarantina di ruangan isolasi VIP RSUD Magretti selama 14 hari dan akan dipulangkan jika hasilnya membuktikan tidak terinfeksi virus corona,” kata Edwin menambahkan.

Keterangan yang diperoleh oleh tim Dinkes menyebutkan pasien sebelumnya berada di Malaysia, dan mengalami kontak langsung dengan temannya satu asrama yang terinfeksi virus corona. Pasien itu sempat dikarantina bersama rekan-rekannya untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. “Kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Medan usai dinyatakan bebas virus,” kata Edwin menjelaskan.

Direktur RSUD Dr.PP Magretti, Fulfully Ch. Nuniary, mengatakan hasil pemeriksaan fisik menyebutkan pasien masih dalam batas normal dan belum ada indikasi lain. “Harusnya dokter melanjutkan dengan pemeriksaan sputum atau pemeriksaan dahak” kata Fulfully.

Fulfully memastikan keluhan sesak nafas yang dilaporkan awal tidak terbukti karena setelah pemeriksaan, dokter memastikan bahwa pasien itu tidak mengalami sesak nafas.

“Pasien juga diajak untuk menceritakan riwayat sakitnya, dimana yang paling dikeluhkan adalah sakit tulang belakang,:”kata  Fulfully menjelaskan.

Rumah sakit akan minta alat dari Ambon untuk pengiriman Sputum ke Surabaya. Kemudian menunggu hasil laboratorium. Saat ini paramedis masih mencurigai keluhan sesak nafas yang dialami pasie . “Hal ini patut dicurigai karena ada korelasinya dengan kasus Corona,” katanya. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top