Follow our news chanel

Sepi pembeli, harga daging babi di Pasar Pharaa Sentani turun

Rida Sante saat menunggu pembeli - Jubi/Yance Wenda
Sepi pembeli, harga daging babi di Pasar Pharaa Sentani turun 1 i Papua
Rida Sante saat melayani pembeli – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pandemi global Covid-19 berpengaruh pada penjualan daging babi potong di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pemberlakuan pembatasan waktu berdagang dan beraktivitas di Kota Sentani, membuat pedagang daging babi potong mengalami penurunan jumlah pembeli.  Akibatnya, pedagang pun terpaksa menurunkan harga.

“Sebelum wabah itu harga satu kilogram daging babi Rp120 ribu. Setelah ada wabah ini justru (harga) turun, per kilogram itu kena Rp110 ribu,” jelas Rida Sante (49), pedagang daging bagi di Pasar Pharaa Sentani, kepada Jubi, Selasa (7/4/2020).

Kata perempuan asal Toraja ini, sebelum adanya wabah corona, dalam sehari ia membawa daging dari satu ekor bagi.

“Satu ekor itu antara 40-50 kilogram. Di hari biasa, bisa habis dalam sehari. Kalau sekarang baru habis dalam dua atau tiga hari,” ucapnya.

Rida Sante menjelaskan dengan kondisi seperti sekarang ini pembeli tidak begitu ramai.

Loading...
;

“Kalau normal itu, dalam sehari pembeli bisa sampai 20 orang, bahkan lebih. Sekarang jangankan 15 orang, 10 orang saja sudah susah, karena batasan waktu ini,” ungkap Rida.

Wabah corona juga sangat mempengaruhi pendapatannya dari berjualan daging babi.

“Kalau normal itu kami dapat Rp3 juta sampai dengan Rp5 juta. Tapi sekarang ini sehari jualan belum bisa pastikan dapat berapa modal berapa paling jualan dua hari baru akan kelihatan modal dan keuntungan,” katanya.

Rida Sante menambahkan walau tetap berdagang namun rasa takut akan wabah ini juga ia rasakan.

“Rasa takut itu ada juga tapi kami mau cari makan mana? Kami berjualan juga sambil jaga diri, sedikit yang penting kami ada berkat yang bisa digunakan dalam keluarga selama wabah ini. Kami berharap wabah ini cepat berlalu agar kami bisa beraktivitas kembali normal,” katanya.

Ira, pembeli di Pasar Pharaa Sentani, mengatakan faktor dari wabah ini ada harga jual barang yang naik dan ada yang turun harga.

“Kalau daging babi per potong itu satu kilo sudah turun tapi uang yang tidak begitu kelihatan, membuat semua susah untuk beraktivitas soalnya virus ini bukan seperti HIV jadi,” ucapnya.

Ia sebagai pengunjung pasar berharap agar harga di pasar dapat dikontrol.

“Dinas yang bersangkutan coba tertibkan harga jual di pasar ini. Itu yang penting, jangan pedagang cari kesempatan di saat keadaan seperti ini, tidak semua itu memiliki cukup uang,” kata Ira. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top