TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Sesama komunis, Nikaragua putus hubungan Taiwan beralih ke Cina

Diplomasi, Papua, Ukraina
Ilustrasi diplomasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mexico City, Jubi – Pemerintah Nikaragua pada Kamis (9/12/2021) kemarin memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Taiwan yang sudah berlangsung lama. Negara itu mengalihkan kesetiaan ke Beijing sebagai pengakuan atas kebijakan satu Cina dari Partai Komunis Cina.

Sedangkan langkah Nikaragua itu mengurangi kumpulan sekutu internasional Taipei yang semakin berkurang.

“Pemerintah Republik Nikaragua hari ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan tidak lagi memiliki kontak atau hubungan resmi,” kata kementerian luar negeri Nikaragua, dikutip dari Antara, Jum’at, (10/12/2021) .

Baca juga : Situasi HAM di Nikaragua kritis
Oposisi Nikaragua bertanggung jawab atas aksi militer
Taiwan sebut punya hak membalas ancaman militer Cina

Pernyataan Nikaragua  menyebutkan Republik Rakyat Cina adalah satu-satunya pemerintah sah yang mewakili seluruh Cina dan Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari satu wilayah.

Taiwan menanggapi dengan cepat pernyataan Nikaragua itu dan mengungkapkan “rasa sakit dan penyesalan” atas keputusan tersebut. Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa presiden negara Amerika Tengah itu, Daniel Ortega, telah mengabaikan persahabatan antara rakyat Taiwan dan Nikaragua.

Langkah Nikaragua membuat Taiwan hanya memiliki 14 sekutu diplomatik formal, yang kebanyakan adalah negara-negara di Amerika Latin dan Karibia, ditambah beberapa negara kecil.  Pemutusan hubungan oleh Nikaragua itu juga menyusul ancaman oleh para pemimpin masa depan Honduras untuk memutuskan hubungan dengan Taipei.

Namun, sejak pemilihan umum Honduras pada November, tim di sekitar presiden terpilih Honduras Xiomara Castro telah mundur dari posisi untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Putusnya hubungan Nikaragua dengan Taiwan juga merupakan pukulan bagi Amerika Serikat. Langkah itu menyusul memburuknya hubungan antara Presiden Ortega dan Washington selama berbulan-bulan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us