Setelah 10 tahun, pembangunan gereja Kristus Raja Nabire akhirnya selesai

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Setelah melewati masa pembangunan hampir 10 tahun, akhirnya gereja Katolik Kristus Raja di Nabire selesai. Minggu (25/11/2018), direncanakan akan digelar acara pemberkatan gedung gereja oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Philip Saklil Pr.

Bupati Nabire, Isaias Douw, dijadwalkan akan hadir di acara tersebut untuk acara seremonial peresmian gedung gereja dan pengguntingan pita. Peresmian ini bertepatan dengan hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Selain pemberkatan gedung gereja, akan ada pemberian sakramen krisma bagi yang sudah memenuhi syarat.

Pastor Paroki, Stevanus Yogi Pr, Selasa (20/11/2018), pembangunan gereja selain campur tangan dan bantuan dari umat, juga keterlibatan dan peran serta pemerintah hingga selesai dikerjakan.

“Dengan segala bantuan, baik pemerintah, umat sebagai kekuatan terbesar melalui perpuluhan dan persembahan dan akhirnya bisa selesai juga,” katanya.

Walaupun bangunannya sudah selesai 100 persen, lanjut pastor Yogi, namun masih ada sedikit tunggakan-tunggakan dari berbagai pihak yang telah membantu dengan material berupa bahan bangunan yang digunakan.

Loading...
;

“Bangunan sudah kelar, hanya tunggakan bahan yang kami belum lunasi. Tapi setelah acara pemberkatan kami akan berupaya untuk menyelesaikannya,” jelasnya.

Pastor Yogi berharap kepada umatnya bahwa umatlah yang membangun gerejanya. Sehingga kalau sudah pemberkatan dan diresmikan maka semua umat paroki di wilayah ini harus betul-betul menggunakan sarana ibadah ini dengan baik.

“Karena ini kerja keras umat, maka umat harus aktif dalam membangun iman masing-masing, baik pribadi, keluarga, maupun masyarakat,” harapnya.

Ketua Pembangunan Gereja Katolik Kristus Raja, Joko Takerubun, menambahkan sebelumnya telah ada bangunan yang sudah diresmikan juga. Namun akibat gempa dua kali melanda Nabire pada 2004 silam, bangunan lama tidak bisa digunakan lagi.

“Setelah gereja lama rusak, umat dapat bantuan dari Provinsi Papua untuk membangun gereja dan bangunannya saat ini masih terpakai. Waktu itu semua tempat ibadah yang rusak mendapat bantuandari provinsi,” tuturnya.

Namun seiring bertambahnya jemaat, lanjut Takerubun, paroki ingin memiliki gedung baru. Tahun 2008 peletakkan batu pertama dan pembangunannya bertahap hingga hampir 10 tahun kemudian gedung baru Gereja Katolik Kristus Raja selesai.

“Bangunan ini dikerjakan bertahap selama hampir 10 tahun dan menelan biaya sekitar Rp 14 miliar,” jelasnya.

Paroki Kristus Raja membawahi lima stasi, yakni stasi Samabusa, Lagari 1, 2, 3, dan 4, dengan jumlah umat hampir 2.000, sesuai data statistik tahun 2015. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top