Follow our news chanel

Setelah RSUD Kwaingga raih akreditasi D

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga di Kabupaten Keerom berhasil mendapatkan sertifikat terakreditasi sebagai rumah sakit kelas D

Direktur RSUD Kwaingga Beenadette Ekasoeci yang bertemu Jubi dua pekan lalu di kantor Bupati Keerom menjelaskan, rumah sakit tersebut telah melalui survei yang dilakukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada 25-27 September 2018.

“Hasil dari komisi akreditasi kami mendapatkan status lulus perdana dengan rating bintang satu," katanya.

RSUD Kwaingga memenuhi empat standar penilaian, yaitu Standar PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), SKP (Sasaran Keselamatan Pasien), HPK (Hak Pasien dan Keluarga), dan KPS (Kualifikasi dan Pendidikan Staf). Dari empat penilaian tersebut minimal masing-masing mendapatkan nilai 80 persen.

"Prosesnya setiap Pokja membuat dokumen dan Surat Keputusan (SK) atau Standar Operasional Prosesur (SOP), setelah jadi, dokumen tersebur harus disosialisasikan kepada unit kerja rumah sakit dan selanjutnya diimplementasikan di dunia kerja, misalnya Pokja PPI soal SOP enam langkah mencuci tangan yang akan dipraktikkan oleh para perawat di unit rawat inap, UGD, dan Unit Poli," katanya.

Ada beberapa elemen penilaian untuk setiap standar. Penilaian juga terkait implementasi di unit-unit kerja, seperti lima momen cuci tangan, enam langkah cuci tangan, cara identifikasi pasien, dan mengurangi resiko jatuh pada pasien.

Loading...
;

“Dan masih banyak elemen penilaian yang lain dengan tujuan peningkatan mutu dan kualitas pelayanan,” katanya.

Menurut Beenadette, dengan telah mendapatkan sertifikat terakreditasi maka RSUD Kwaingga bisa bekerja sama dengan BPJS.

Akreditasi tersebut merupakan prestasi bagi RSUD Kwaingga dan juga Pemkab Keerom, sebab RSUD yang berdiri di atas lahan 2,7 ha tersebut awalnya adalah Puskesmas Plus yang ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit daerah sejak 2009 melalui Perda No.6 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat RSUD Kwaingga.

“RSUD Kwaingga belum pernah terakreditasi sebelumnya, jadi status ini prestasi,” katanya.

Rumah sakit tersebut memang terbilang cukup lengkap. Memiliki Poli Penyakit Dalam, Poli Anak, Poli Bedah, dan Poli Obgyn (Obstetri dan Ginekologi) atau kandungan dan kebidanan) yang buka pada Senin hingga Jumat. Kemudian Poli Umum yang buka setiap hari Senin sampai Sabtu.

“Ada pelayanan UGD 24 JAM, pelayanan untuk terjadwal operasi di Ruang Ok setiap hari Selasa dan Kamis, tapi kalau ada kasus operasi Cito tetap dilakukan sesuai kondisi pasien yang akan dioperasi,” katanya.

Fasilitas lain adalah pelayanan oleh dokter spesialis penunjang seperti Dokter Spesialis Patologi Klinik, Pelayanan Dokter Spesialis Penunjang Kontrak, yaitu Spesialis THT dan Spesialis Radiologi pelayanan satu minggu satu kali setiap Sabtu. Pelayanan Penunjang lain adalah dokter spesialis mata, dokter spesialis kulit, dokter spesialis jantungantung, dan dokter spesialis syaraf.

Beenadette mengatakan, kualitas RSUD Kwaingga akan terus ditingkatkan agar akreditasi juga meningkat, termasuk pembenahan sarana dan prasarana.

Apalagi berdasarkan survei, komisi akreditasi juga memberikan beberapa rekomendasi untuk perbaikan strategis dalam tiga tahun ke depan untuk pemenuhan standar.

"Sebelum dilakukan survei memang kami lebih fokus pada program khusus dengan empat penilaian dari Pokja, kami kebut dulu sembari membenahi yang lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan diperolehnya akreditasi juga menjadi beban untuk menjaga mutu kualitas pelayanan terkait dengan sumber daya manusia dan juga sarana prasarana yang harus dilengkapi di rumah sakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom Rudy Situmorang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Keerom bersama pengelola RSUD Keerom akan bekerja sama untuk meningkatkan akreditasi secara bertahap.

"Saya sudah instruksikan kepada pihak RSUD untuk  mempersiapkan peralatan rumah sakit yang menjadi syarat dalam penilaian," ujarnya.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mengalokasikan Rp12 miliar untuk mendukung RSUD Tiom untuk memperoleh sertifikat akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

"Dukungan dana sebesar itu mengemuka, setelah kami paparkan pentingnya akreditasi rumah sakit di hadapan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Darwin Kristian Rumbiak di Jayapura pada 23 Agustus 2018.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lanny Jaya untuk mendukung RSUD Tiom agar terakreditasi.

Ia mengatakan, Bupati Lanny Jaya beserta jajarannya telah memahami arti penting rumah sakit yang terakreditasi, sehingga pada 17 Agustus 2018, bupati bersama wakil bupati, Sekda dan Ketua DPRD setempat serta seluruh Kepala SKPD bersama-sama menuju RSUD Tiom untuk menandatangani komitmen bersama mendukung akreditasi rumah sakit tersebut. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top