Follow our news chanel

Previous
Next

Sidang pertama DPRD Nabire diwarnai protes

Sidang pertama DPRD Nabire diwarnai protes 1 i Papua
Mantan Ketua DPDR Nabire, Mercy Kegou saat menyerahkan tugasnya kepada Ketua sementara, Suyono – Jubi/Titus Ruban.

Tidak pernah ada pembahasan di dalam partai terkait jabatan ketua DPRD Nabire sebagai partai pemenang Pemilu

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi –Sidang pertama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, yang diawali dengan pengambilan sumpah dan janji anggota dewan dan penetapan ketua sementara  diwarnai protes dari seorang anggotanya. Protes ini berhubungan dengan jabatan ketua DPDR sementara yang dijabat Suyono dari Partai PKB.

Yusmina Monei, anggota yang juga berasal dari Partai PKB tiba- tiba menginterupsi sidang paripurna pelantikan rekan dia satu farkasi itu. Yusmina tidak merasa puas, mengingat jumlah perolehan suara pada Pemilihan legislatif diklaim lebih dari 3.600 suara dan melampauhi jumlah suara rekan separtainya bahkan semua kandidat Caleg yang mengikuti Pemilu saat itu.

“Saya keberatan dengan penetapan ketua sementara,” ujar Yusmina Monei saat sidang pada Senin (30/12/2019).

Baca juga : DPRD Nabire diharapkan lakukan perubahan

1 kursi masih kosong di DPRD Nabire

Loading...
;

DPRD Nabire diminta susun regulasi anti radikalisme

Menurut Yusmina, tidak pernah ada pembahasan di dalam partai terkait jabatan ketua DPRD Nabire sebagai partai pemenang Pemilu di Kabupaten Nabire hingga pelaksanaan sumpah janji.

Kemudian saat geladi bersih pelantikan kata Yusmiona, sempat juga ada cecok dan akhirnya dialah sebagai pemangku jabatan ketua sementara. Namun malamnya sebelum  pelantikan, tersiar kabar bila ada rekan lainnya yang akan menjaban ketua sementara.

“Kami sudah cecok waktu geladi bersih, namun semua berubah,” kata Yusmina menambahkan.

Menurut dia, perolehan suara dukungan ke dirinya terbanyak seharusnya ia yang menjadi ketua sementara.  Namun hal itu tidak ia dapatkan karena ada permainan hingga hasilnya tiba- tiba ditentukan ketua dewan sementara.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Nabire, Isaias Douw, mengatakan ada etika dalam berpolitik. “Jika ada masalah dalam partai, silahkan diselesaikan di intern partai dan jangan di bawah ke dalam forum yang bukan ranahnya,” kata Douw.

Menurut dia, pelanggaran kode etik tidak dibuka dalam sidang paripurna. “Silahkan di partai, sebab di sana ada pengurus, ketua dan sebagainya,” kata Douw menambahkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top