Sikap PT BIA tak akomodir masyarakat pemilik ulayat disayangkan

Papua
Pastor Anselmus Amo - Jubi/Frans L Kobun.

Papua No.1 News Portal

Merauke, Jubi– Kehadiran PT BIA yang telah beroperasi membuka perkebunan kelapa sawit di Distrik Muting, Kabupaten Merauke yang tak mengakomodir masyarakat pemilik ulayat sangat disayangkan. PT BIA tak memikirkan kondisi sosial lokasi produksi sawit, namun hanya mementingkan bisnis semata.

“Mestinya ketika perusahan hadir telah memikirkan apa jangka pendek dan jangka panjang yang perlu dilakukan kepada masyarakat pemilik ulayat,” kata Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agung Merauke (KAME), Pastor Anselmus Amo, MSC, Sabtu (8/8/2020).

Baca juga : Pemilik ulayat yang bekerja di PT BIA hanya pekerja kasar

Pemilik ulayat palang kantor PT Plasma Nutfa Marind Papua

Status lahan Lokalisasi Yobar dikembalikan kepada pemilik ulayat

Menurut Pastor Amo, perhatian jangka pendeknya seharusnya bisa diberikan pihak perusahan dalam bentuk pelatihan, kursus dan program pemberdayaan lain.  Sedangkan jangka panjang adalah menyekolahkan anak-anaknya ke berbagai jenjang pendidikan. Dengan begitu,  setelah mereka selesai studi, bisa diakomodir bekerja di kantoran.

Loading...
;

“Kalau PT BIA tak melakukan itu, maka sudah pasti pemilik ulayat tetap menjadi buruh kasar di perkebunan kelapa sawit. Lalu akan muncul terus aksi protes lantaran tak dipekerjakan di kantor perusahan,” kata Amo menambahkan.

Sikap tak akomodatif oleh PT BIA terhadap pemilik ulayat sangat ironis saat perusahaan itu sudah lama beroperasi. Perusahaan hanya menerima gampang dengan  mendatangkan pekerja dari luar dan tidak mendidik anak-anak pemilik ulayat.

“Kalau sampai sekarang belum ada prioritas diberikan, maka itu adalah suatu kegagalan lantaran tak mempersiapkan pemilik ulayat secara baik,” kata Amo menegaskan.

Sebelumnya Humas PT BIA, Erwan mengatakan belum bisa memberikan penjelasan sehubungan dengan statement pemilik ulayat, Oktovianus Mahuze Milafo terkait belum banyak pemilik ulayat bekerja di kantor perusahan.

“Saya akan memberikan keterangan setelah adanya informasi dan penjelasan resmi dari bagian personalia,” ujar Erwan. (*)

Editor Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top