Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Siklon kedua serang Pasifik, Fiji kembali tegaskan lawan perubahan iklim

Kerusakan akibat Siklon Tino di Dermaga Oinafa di Pulau Rotuma, Fiji. – The Guardian/Noa’tau Community Facebook page

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Pemerintah Fiji mendesak tindakan tegas terhadap krisis perubahan iklim setelah negara itu dilanda siklon kedua dalam tiga minggu.

Fiji telah membuka pusat-pusat evakuasi, menutup sekolah-sekolah, dan meminta usaha-usaha untuk tutup lebih awal, ketika Siklon Tino menuju pulau terbesar kedua Fiji, Vanua Levu, pada Jumat (17/1/2020).

Badan Meteorologi Fiji memperingatkan kecepatan angin bisa mencapai 130km/jam, hujan lebat, banjir pantai, dan banjir bandang di daerah dataran rendah, sementara polisi mengatakan dua orang – seorang laki-laki dan anak perempuannya – dilaporkan hilang setelah mencoba untuk berenang menyeberangi sungai yang banjir.

Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, yang merupakan pemimpin blak-blakan tentang krisis perubahan iklim dan adalah presiden COP23, badan perubahan iklim PBB, me-retweet pesan Satyendra Prasad, Duta Besar Fiji di PB, mengaitkan Siklon Tino dengan krisis perubahan iklim

PM Bainimarama menulis suatu opini untuk Guardian awal bulan ini, tentang perlunya mengambil tindakan mendesak untuk melawan krisis perubahan iklim, karena dampaknya telah dirasakan di seluruh kawasan Pasifik, termasuk melalui siklon di Fiji dan kebakaran hutan di Australia.

Di pulau-pulau terluar Fiji, penduduk setempat beranjak ke tempat-tempat evakuasi darurat, sementara banyak wisatawan meninggalkan hotel-hotel di tepi pantai dan menuju ke ibu kota, Suva, sebelum penerbangan regional dan layanan feri antarpulau ditangguhkan.

Loading...
;

Tino adalah siklon kedua yang menyerang Fiji dalam waktu kurang dari sebulan. Siklon Sarai, sebelumnya, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan lebih dari 2.500 orang ditampung di tempat berlindung darurat setelah Sarai tiba tepat setelah Natal, merusak rumah-rumah, tanaman, dan pohon-pohon, serta memotong pasokan listrik.

“Saya bersiap-siap untuk pergi ke pusat evakuasi bersama keluarga saya dan menunggu siklon lewat,” kata Nischal Prasad, yang rumahnya di utara Vanua Levu hancur ketika Sarai menyerang.

Seorang turis asal Rusia, Inna Kostromina, 35, berkata dia mengungsi ke Suva setelah diberi tahu bahwa hotel dimana mana ia berlibur berada di jalur badai Tino.

Meskipun Kepulauan Pasifik adalah tujuan wisata populer selama musim panas, periode ini juga merupakan musim siklon.

Tino juga itu telah menyebabkan kerusakan di Tuvalu, sebuah pulau kecil sekitar tiga jam di utara Fiji. Dengan rutenya, Tino akan mencapai Tongatapu, pulau terbesar di Tonga, selama akhir pekan.

Dua tahun lalu Pulau Tongatapu dilanda Siklon Gina dimana ia menyebabkan kematian dua orang dan menghancurkan hampir 200 rumah. (The Guardian)

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top