Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Simon Kaize, pastor pertama anak Marind pantai

Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize bersama Romanus Mbaraka – Jubi/Frans L Kobun
Simon Kaize, pastor pertama anak Marind pantai 1 i Papua
Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize bersama Romanus Mbaraka – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Setelah ditahbiskan bersama tiga pastor lain oleh Uskup Agung Merauke, Mgr Nicolaus Adi Seputra, MSC di Gereja Katedral beberapa waktu lalu, Pastor Simon Petrus Takahenam Kaize, MSC melakukan misa perdana syukuran di kampung kelahirannya, Domande.

Dalam misa syukuran tersebut, hadir ribuan umat Katolik termasuk beberapa tokoh seperti Romanus Mbaraka.

Simon Kaize, pastor pertama anak Marind pantai 2 i Papua

“Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize adalah anak Marind Pantai pertama yang menjadi pastor, setelah 114 tahun Gereja Katolik masuk di Selatan Papua,” ujar tokoh umat Merauke, Romanus Mbaraka, Selasa (5/3/2019).

Bagi Romanus Mbaraka, ini adalah suatu kisah nyata, di mana anak negeri sesungguhnya mempunyai kapasitas dan iman yang tak tidur dan tak tinggal diam begitu saja.

“Ya, kalau kapasitas terus dipoles, akan menjadi berkembang,” ujarnya.

Di era milenial sekarang, demikian Romanus Mbaraka, ternyata Tuhan Yesus tidak tinggalkan orang Marind.

Loading...
;

“Tuhan masih memanggil kami orang Marind untuk bersama-NYA,” ujar dia.

Sehingga, jelasnya, ada orang Marind pantai yakni Simon Kaize menjadi perpanjangan tangan langsung dari Tuhan Yesus.

Dikatakan, banyak orang mengatakan, Simon Kaize adalah orang Marind pertama yang menjadi imam. Sesungguhnya tidak, karena ada dua imam sebelumnya yang telah ditahbiskan yakni Pastor Soter Nauce, MSC (almarhum) dan Pastor Pius Manu, Pr.

“Dengan pentahbisan Pastor Simon Kaize, maka bebannya sangat berat. Dimana harus mampu mempertahankan sumpah janji terutama imamat yang diterima. Lalu mempertahankan kepercayaan langsung dari Tuhan Yesus,” katanya.

Berikutnya, jelas Romanus Mbaraka, harus taat  kepada aturan gereja karena menjadi cermin martabat orang Marind.

Diharapkan dalam melaksanakan imamatnya, Pastor Simon Kaize harus bergaul dengan baik bersama umat,  juga siapa saja tetapi tetap menjaga imamatnya.

“Pesan saya terakhir, tangan yang selalu diangkat untuk mengundang Tuhan Yesus  bercahaya, kalau boleh dipoles dan dijaga baik. Sehingga ketika menjalankan tugas sebagai seorang imam, dapat menyembuhkan orang lain yang sakit maupun susah,” pintanya.

Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC dalam khotbahnya beberapa waktu lalu saat pentahbisan minta umat Katolik memberikan dukungan dan terus mendoakan kepada para pastor menjalankan imamatnya secara baik.

“Tugas dan tanggung jawab kita sebagai umat adalah selalu dan tak henti-hentinya mendoakan para pastor, agar tugas dan pelayanan sebagai imam, terus dijalankan dengan baik,” pintanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top