HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sindikat perdagangan organ harimau sumatera dibongkar

Harimau, pixabay.com

“Ketiga tersangka merupakan kurir yang membawa organ harimau dari Jambi ke Indragiri Hulu, Riau,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi – Kepolisian Daerah Riau berhasil membongkar sindikat perdagangan organ harimau sumatera dengan barang bukti berupa kulit, taring serta tulang hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae di Kabupaten Indragiri Hulu. Tercatat ada tiga tersangka berhasil ditangkap dari pengungkapan itu.

“Ketiga tersangka merupakan kurir yang membawa organ harimau dari Jambi ke Indragiri Hulu, Riau,” kata Kepala Kepolisian Daerah Riau, Inspektur Jenderal Agung Setya Imam Effendi, Minggu, (16/2/2020).

Baca juga : Populasi harimau di Sumatera selatan tinggal 17 ekor

Ini kondisi harimau Sumatera yang dipindahkan dari habitat asal

Warga Siak menduga harimau telah memangsa hewan peliharaan

Loading...
;

Ketiga tersangka yang dibekuk berikut barang bukti organ harimau tersimpan dalam karung pada Sabtu siang (15/2/2020) itu meliputi Mino 45 tahun, warga asal Balai Rejo, Kecamatan Tujuh Ilir, Jambi, Remon Tenu 57 tahun asal Jorong, Koto Baru, Sijunjung, Sumatera Barat serta Anton 43 tahun berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu.

Agung menyatakan polisi anggotanya telah melakukan penyelidikan sejak Jumat atau sehari sebelum penangkapan setelah menerima informasi pengiriman organ harimau dari Jambi ke Riau. Dari penyelidikan itu terungkap organ harimau dibawa menggunakan minibus Avanza berplat nomor D 1606 ABK.

“Polisi akhirnya berhasil menangkap mobil yang berisi tiga tersangka dan barang bukti di Jalan Arjuna Dusun IV, Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Indragiri Hulu pukul 11.00 WIB,” kata Agung menjelaskan.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menyatakan penyelidikan sementara terungkap ketiga tersangka merupakan kurir yang dikendalikan oleh pelaku berinisial H dan A. Dua inisial terakhir dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga  Ipmapa Surabaya: Referendum adalah solusi demokratis untuk akhiri rasisme

“Saat ini kedua tersangka dan barang bukti kita bawa ke Mapolda Riau guna pengusutan lebih lanjut,” ujar Sunarto menambahkan.

Menurut dia, maraknya praktik perdagangan ilegal kulit dan organ harimau sumatera karena tingginya permintaan di pasar gelap. Dia mengatakan selembar kulit harimau laku dijual hingga Rp80 juta per lembar. Begitu juga dengan tulang belulang yang mencapai Rp2 juga per kilogram serta taring Rp1 juta per item.

“Harga tinggi itu disinyalir menjadi alasan para penyelundup untuk nekat melakukan aksi kejahatannya,” katanya.

Ia menilai penjualan organ harimau itu bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus. Antara satu dengan lainnya memiliki tugas dan perannya masing-masing. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa