Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Sistem belajar ‘Maturtamu’ ala SMP YPK Nabire, Papua di era Covid-19

Papua SMP YPK Nabire Titus
Kepala SMP YPK Imanuel Nabire Yetty Korowa sedang memantau guru yang menyiapkan pendaftaran ulang siswa –Jubi/ Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi — Ketika Jubi mendatangi SMP YPK (Yayasan Persekolahan Kristen) Imanuel Nabire, Papua pertengahan Juli 2020, kepala sekolah Yetti Korowa sedang memantau beberapa guru yang sedang mengurus pendaftaran ulang siswa di sebuah ruangan.

“Saya ingin memastikan semuanya tuntas sebelum pelaksanaan sekolah,” kata Korowa.

Sistem belajar ‘Maturtamu’ ala SMP YPK Nabire, Papua di era Covid-19 1 i Papua

Penerimaan siswa baru tahun ajaran 2020/2021 di SMP YPK Imanuel Nabire, Papua dilakukan sejak 1 hingga 30 Juni 2020.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sistem penerimaan dan pembelajaran dilakukan secara khusus yang membutuhkan keseriusan, karena Papua masih dalam suasana menghadapi Covid-19.

Ada 105 siswa baru yang diterima. Mereka harus melengkapi berkas pendaftaran pada 13 Juni 2020. Sedangkan siswa lama, kelas 8 dan 9, juga mendaftar ulang dengan mengembalikan rapor.

Korowa mengatakan, setelah siswa mendaftar ulang, guru akan menyurati orang tua memberitahukan bahwa sistem pembelajaran berubah dan pada surat tercantum jadwal belajar.

“Pembalajaran belum maksimal tatap muka seperti biasa, ada tiga cara, selain ada tatap muka, ada ‘online’, dan juga ‘offline’,” katanya.

Loading...
;

Tatap muka tetap dilakukan saat pendaftaran ulang. Siswa datang ke sekolah, karena sekolah perlu mengecek berapa jumlah siswa yang siap mengikuti pembelajaran.

Selain itu sekolah juga menjelaskan kepada siswa tentang protokol kesehatan dalam menghadapi Covid-19. Mereka wajib memakai masker ke sekolah, mencuci tangan yang telah disediakan di sekolah, dan lainnya.

“Tatap muka pada hari pertama hanya untuk perkenalan dan pengenalan sistem pembelajaran di masa pandemi kepada siswa,” kata Korowa.

Tatap muka cuma empat jam dari pukul pukul 7.30 hingga 10.10 WIT. Kegiatannya pengenalan fisik seperti kepada siswa baru mengenal sistem belajar di SMP yang jauh berbeda dari SD.

Di SD siswa hanya mengenal guru kelas, sedangkan di SMP sudah berbeda dengan adanya guru bidang studi, sehingga siswa bertemu banyak guru.

Selain itu, kata Korowa, siswa juga perlu mengetahui lingkungan sekolah, seperti ruangan laboratorium, ruangan IPA, perpustakaan, dan ruangan kesenian.

“Sabtu ada waktu khusus untuk pengembangan diri, yakni melatih nyayian rohani di SMP YPK Imanuel setiap pagi anak harus mengikuti ibadah, ini rutin harus dilakukan,” kata perempuan asal Pulau Moor tersebut.

Terapkan “Maturtamu”

Uniknya SMP YPK Imanuel membuat istilah sendiri dengan sistem baru yang akan diterapkan di sekolah dengan nama “Maturtamu”. Ini kependekan dari “Mandiri, Tutorial, Tatap Muka”. Belajar secara mandiri mendapat porsi lebih besar, yaitu 50 persen, kemudian tutorial 30 persen, dan tatap muka 20 persen.

“Artinya 50 persen siswa belajar di rumah secara mandiri, sedangkan tutorial adalah tugas-tugas yang diberikan guru dengan modul setiap mata pelajaran,” katanya.

Sekali dua hari siswa akan mengikuti tatap muka dengan guru dengan satu mata pelajaran sekitar satu hingga tiga jam. Sisanya dengan sistem online.

Jika ada siswa yang tidak memiliki gawai (‘smartphone’), sekolah menyediakan komputer dengan internet di sekolah. Siswa bisa datang ke sekolah di ruangan internet dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Karena itu, setiap hari guru tetap berada di sekolah meskipun tidak ada siswa. Guru tetap memantau secara online siswa yang belajar di rumah.

“Sisa jam tatap muka, guru tetap di sekolah untuk memantau siswa yang sedang belajar melalui internet,” ujar Korowa.

Sistem “Maturtamu” dibuat untuk mengurangi resiko penularan Covid-19. Karena itu, kata Korowa, jika ada orang tua yang keberatan dengan sistem tersebut, misalnya karena khawatir anaknya tertular virus korona, maka SMP YPK Imanuel akan mengubah kepada proses pembelajaran penuh melalui online.

“Jika itu terjadi, bisa saja guru yang akan ke rumah siswa untuk memberikan tugas,” katanya.

Korowa berharap orang tua bisa bekerja sama membantu sekolah memfasilitasi anaknya belajar dengan serius di rumah. Di antaranya memberikan anaknya gawai. Ini salah satu cara agar anak tidak ke sekolah untuk memperkecil kemungkinan terkena virus.

“Pesan kami kepada siswa agar lebih giat belajar walaupun jarang ke sekolah dan orang tua tetap menuntun anak mereka untuk belajar,” katanya.

Sesuai petunjuk Dinas Pendidikan Provinsi Papua proses belajar-mengajar baru dimulai setelah 31 Juli 2020. Untuk Kabupaten Nabire, hasil rapat Dinas Pendidikan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, sekolah terutama di pesisir dan pulau-pulau diaktifkan agar siswa merata.

Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) YPK Nabire, Papua Barnabas Watofa mengatakan YPK Nabire masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Papua yang menunda kegiatan belajar mengajar hingga 31 Juli 2020.

Termasuk penerapan sistem “Maturtamu” di sekolah YPK, karena akan ada tatap muka 20 persen atau empat jam pertemuan di sekolah YPK wilayah kota.

“Rencananya jam tatap muka dibagi tiga bagian sehingga tetap dua jam pertemuan setiap satu mata pelajaran, tentu tatap muka harus melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain itu di sekolah tidak boleh membuka kantin dan siswa membawa bekal dari rumah. Tidak ada jam bermain di sekolah dan selesai pertemuan siswa harus langsung pulang.

Sekolah juga harus menjaga jarak dengan satu kelas cuma 15 kursi untuk 15 anak. Jjika satu kelas 30 siswa maka akan dibagi dua sesi.

Karena belum ada petunjuk lanjutan dari pemerintah daerah terkait sistem belajar di era pandemi, YPK Nabire untuk sementara akan menerapkan model “Maturtamu” mulai semester ini.

“Kami harapkan ada masukkan dari masyarakat dan juga dari Tim Covid-19 sehingga kita bisa mendapatkan model yang lebih pas lagi mengingat di setiap sekolah pasti berbeda,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top