HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Situasi semakin memanas, Pentagon pindahkan sekitar 1.600 tentara ke Washington

Ilustrasi tentara AS, pixabay.com

“Tentara-tentara itu ditempatkan di pangkalan militer di Wilayah Capitol Nasional tetapi tidak di Washington, D.C.,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Pentagon memindahkan sekitar 1.600 tentara Amerika Serikat ke (AS) wilayah Washington, D.C. Kebijakan itu dilakukan terkait serangkaian aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, warga kulit hitam yang tewas karena disiksa anggota kepolisian, yang berujung kericuhan terjadi di kota Washington, D.C.

Situasi semakin memanas, Pentagon pindahkan sekitar 1.600 tentara ke Washington 1 i Papua

“Tentara-tentara itu ditempatkan di pangkalan militer di Wilayah Capitol Nasional tetapi tidak di Washington, D.C.,” juru bicara Pentagon, Jonathan Rath Hoffman, dalam sebuah pernyataan.

Berita terkait : Polisi tembakkan peluru karet untuk bubarkan massa dekat Gedung Putih

Ini hasil autopsi independen penyebab kematian George Floyd

Dia mengatakan pasukan saat ini dalam “status siaga tinggi” tetapi tidak berpartisipasi dalam dukungan pertahanan untuk operasi otoritas sipil.

Pejabat senior pertahanan mengatakan bahwa pasukan akan pindah ke wilayah Washington. Termasuk polisi militer yang memiliki kemampuan teknik, bersama dengan batalion infantri.

Tercatat Floyd, 46 tahun, meninggal pada Senin pekan lalu setelah video menunjukkan seorang petugas kepolisian Minneapolis berkulit putih menekan leher Floyd dengan lutut selama hampir sembilan menit.

Peristiwa ini menyulut kemarahan yang melanda negara yang terpecah secara politik dan rasial itu menjelang pemilihan presiden pada November dan di tengah pandemi virus corona yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Komunitas minoritas sangat terpukul oleh pandemi dan kebijakan pembatasan tersebut. Pihak berwenang memberlakukan jam malam di puluhan kota di seluruh Amerika, yang terbesar sejak 1968 setelah pembunuhan Martin Luther King Jr, yang juga terjadi selama kampanye pemilihan presiden dan di tengah pergolakan demonstrasi anti-perang.

Di Santa Monica, toko-toko kelas atas dijarah di sepanjang Third Street Promenade yang populer di kota itu sebelum polisi bergerak untuk melakukan penangkapan. Vandalisme itu terjadi setelah pawai yang sebagian besar berlangsung damai di kota tepi pantai itu.

Lebih jauh ke selatan, di Long Beach pinggiran kota Los Angeles, sekelompok pria dan wanita muda menghancurkan jendela pusat perbelanjaan dan menjarah toko-toko sebelum mereka dibubarkan sebelum berlakunya jam malam pada pukul 6 sore waktu setempat.

Di Washington, D.C., pengunjuk rasa memicu kebakaran di dekat Gedung Putih, dengan asap yang bercampur dengan awan gas air mata mengepul ketika polisi berusaha untuk membubarkan mereka dari daerah tersebut.

Kekerasan sporadis pecah di Boston menyusul protes damai ketika para pegiat melempar botol ke arah petugas polisi dan membakar sebuah mobil. Philadelphia mengumumkan pukul 6 sore sampai jam 6 pagi sebagai jam malam setelah seharian protes dan penjarahan.

Sementara itu beberapa ratus demonstran berpawai melalui pusat kota Miami meneriakkan: “Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian,” melewati pusat penahanan di mana para narapidana dapat dilihat dari jendela-jendela sempit. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top