Follow our news chanel

Previous
Next

Situs Tutari kalah pamor dari Bukit Teletubbies

Menhir di Situs Megalitikum Bukit Tutari, Kabupaten Jayapura - Jubi/Engelbert Wally.
Situs Tutari kalah pamor dari Bukit Teletubbies 1 i Papua
Menhir di Situs Megalitikum Bukit Tutari, Kabupaten Jayapura – Jubi/Engelbert Wally.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Situs Megalitikum Tutari kalah terkenal ketimbang Bukit Tungkuwiri. Kedua objek wisata itu padahal sama-sama berada di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Jarak mereka bahkan berdekatan.

Tungkuwiri atau lebih dikenal sebagai Bukit Teletubbies berada di pingiran jalan raya dan relatif mudah dijangkau pengunjung, sedangkan Situs Tutari di perbukitan. Pengunjung harus mendaki dan melintasi pepohonan besar sebelum sampai ke lokasi situs tersebut.

Pemandangan alam dari Situs Tutari tidak kalah menawan jika dibandingkan dengan Bukit Tungkuwiri. Dari ketinggian tempat tersebut, terhampar keindahan panorama Danau Sentani, dan perbukitan di sekelilingnya.

“Lokasi situs berada di perbukitan sehingga masyarakat kurang mendapat informasi lengkap mengenai kawasan bersejarah itu. Kalau dipublis, pasti banyak yang mengetahuinya,” kata Peneliti Balai Arkeologi Papua Hari Suroto, Kamis (21/11/2019).

Situs Megalitikum Tutari merupakan jejak kehidupan Suku Tutari pada masa prasejarah di Tanah Papua. Jejak kehidupan mereka, di antaranya berupa lukisan pada bongkahan batu besar yang terhampar di atas perbukitan.

Bukti peradaban prasejarah itu juga tergambar melalui ratusan artefak berupa batu tegak atau menhir di kawasan puncak bukit. Posisi menhir tidak tertancap, tetapi berdiri pada permukaan tanah dengan ditopang bebatuan.

Loading...
;

“Kompleks batu tegak (menhir) ini sebagai tempat musyawarah Suku Tutari. Adapun menhir di puncak bukit merupkan simbol dari para tokoh adat yang hadir dalam musyawarah,” jelas Hari.

Pesona Situs Tutari diakui Nur Nilam Sari, Pelajar Kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) I Sentani. Dia berkesempatan mengunjungi situs sembari mengikuti lomba penulisa cerpen yang digelar Balai Arkeologi Papua di lokasi bersejarah tersebut.

“Suasananya nyaman dan segar walaupun membutuhkan tenaga ekstra untuk sampai ke puncak (bukit). Tempat bersejarah seperti ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” kata Nur. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top