SKP KAME tetap kritis meski kerja sama dengan perusahaan sawit

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Ansemus Amo, MSC. – Jubi/Frans L Kobun

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Sekretariat Keuskupan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agung Merauke (KAME) memastikan akan tetap bersuara keras dan kritis, meskipun telah ada kerja sama dengan perusahan perkebunan kelapa sawit PT Tunas Sawa Erma (grup Krindo) melalui profram dana CSR berupa dana senilai Rp 2,4 miliar yang digelontorkan secara bertahap.

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC melalui telepon selulernya Rabu (13/01/2021) mengatakan, bukan berarti dengan kerja sama, SKP KAME tak bersikap kritis. “Kita akan memposisikan diri kritis terhadap perusahaan yang merusak lingkungan atau hak masyarakat adat. Itu juga menjadi komitmen Bapak Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus canisius Mandagi, MSC,” ujarnya.

Dikatakan, kerja sama dengan setiap orang biasa saja dan tak ada yang dianggap sebagai musuh, sebab itulah prinsip Unskup Mandagi, saat datang pertama di Merauke yang disuarakan adalah persaudaraan.

“Jadi, kerja sama dimaksud menjadi bagian mewujudkan persaudaraan. Kerja sama tidak hanya dengan perusahan kelapa sawit, tetapi investor lain, pemerintah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, umat dan lain-lain,” ujarnya.

Jelas Pastor Amo, keberadaan perusahaan kelapa sawit di Merauke, sudah ada sejak kedatangan Uskup Mandagi. Sehingga tidak mungkin perusahan yang dimaksud diusir.

Namun demikian, katanya, yang berhubungan dengan keterkaitan perusahan, lingkungan hidup serta masyarakat adat, tetap menjadi perhatian serius Keuskupan Agung Merauke. “Kami dari SKP juga akan memberi perhatian kepada perjuangan hak masyarakat adat, itu menjadi komitmen,” tegasnya.

Loading...
;

Alasan bantuan dana berupa CSR yang diberikan perusahan itu diterima, karena pihak Keuskupan Agung Merauke ingin membangun seminari.

“Sebelumnya sejumlah donatur telah diundang dalam suatu kegiatan di Bampel dan PT Tunas Sawa Erma hadir pula dan tertarik memberikan bantuan.”

Dengan demikian, kata pastor, mereka ikut ambil bagian dalam pembangunan seminari tersebut.

Disinggung apakah KAME mendukung kelapa sawit di Merauke, Pastor Amo mengatakan, investor tak mungkin diusir dari sini. Tetapi pada prinsipnya SKP akan memberikan perhatian agar kegiatan investasi yang dijalankan, tidak merugikan hak-hak masyarakat adat serta tidak merusak lingkungan.

Salah seorang pegiat lingkungan di Kabupaten Merauke, Agustinus Mahuze menyayangkan sikap KAME yang melakukan kerja sama dengan perusahan perkebunan kelapa sawit itu.

“Di mana keberpihakan gereja terhadap masyarakat Marind-Papua. Kalau sudah ada kerja sama demikian, tentu pihak keuskupan akan tumpul dan tak mungkin menyuarakan pembabatan hutan untuk kegiatan perkebunan kelapa sawit,” tegas Agustinus. (*)

Paur Urdokkes Polres Merauke, dr. Rahmadani sedang melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang tahanan. – Jubi/Frans L Kobun

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top