SMA YPK Diaspora baru terapkan K-13 tahun ini

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Pendidikan Krister (YPK) Diaspora Kotaraja Dalam, Erens Sanggeuw, mengatakan tahun ini sekolahnya baru menerapkan kurikulum 2013 (K-13) untuk kelas 10.

"Memang baru tahun ini kami terapkan, karena kami sudah mendapatkan SK penunjukan langsung dari direktorat pendidikan menengah atas yang menetapkan kurang lebih 6 ribu sekolah di Indonesia termasuk kami, pada tahun ajaran 2017/2018 menggunakan K-13," katanya kepada Jubi, Rabu (13/9/2017) di Jayapura.

Dikatakan, pihaknya tetap mendkuung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Ia mengandaikan jika TNI dan Polri ada panglimanya, maka di dunia pendidikan juga ada panglimanya yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Pada prinsipnya kami mendukung dan melaksanakan, karena kalau kami tidak laksanakan maka sama saja dengan tidak mengikuti aturan yang sudah diturunkan oleh panglima kami. Saya yakin, pemerintah sudah memikirkan hal-hal negatif akibat dari penerapan K-13 tersebut termasuk penerapan lima hari sekolah," ujarnya.

Namun dalam penerapan K-13 dan juga lima hari sekolah pihaknya sedikit mendapat kendala. Banyak siswa yang tidak bisa mengikuti sisa pelajaran karena kondisi tubuh mereka sudah tidak bisa menerima mata pelajaran pada jam-jam terakhir. Selain itu, pihaknya belum memiliki peralatan yang memadai guna mendukung penerapan kurikulum K-13.

"Ada dua hal besar yang menghadang membuat penerapan implementasi K-13 tak berjalan maksimal, seperti pemanfaatan informasi teknologi (IT) dalam pelaksanaan pembelajaran, karena faktor usia dan kesiapan sekolah yang belum maksimal. Saya berharap orangtua atau wali murid juga mendukung kebijakan sekolah dengan memberikan nutrisi yang cukup pada anak pada pagi hari, sehingga ketika ke sekolah fisik mereka siap menerima pelajaran yang diberikan," katanya.

Loading...
;

Kepala Bidang Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terus berupaya agar semua jenjang sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK wajib menerapkan kurikulum 13 (K13), 2018 mendatang.

"Maka pelatihan diklat harus dilakukan secara mandiri. Namun anggaran yang dibutuhkan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah," katanya saat ditemui di ruang kerjanya di kantor Wali Kota Jayapura belum lama ini. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top