Follow our news chanel

Previous
Next

SMKN di NTB ini berbasis kemandirian energi

Ilustrasi, panel surya tenaga listrik, pixabay.com
SMKN di NTB ini berbasis kemandirian energi 1 i Papua
Ilustrasi, panel surya tenaga listrik, pixabay.com

Sekolah kejuruan itu menggunakan energi yang digerakkan oleh angin, turbin air, dan tenaga surya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lombok Barat, Jubi  -Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Lingsar Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat memanfaatkan energi terbarukan sebagai sekolah berbasis energi. Sekolah kejuruan itu menggunakan energi yang digerakkan oleh angin, turbin air, dan tenaga surya.

Sekolah itu diresmikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah, sebagai Sekolah Mandiri Energi melalui Program Teknik Energi Terbarukan (TET), pada  Jumat, (31/1/2020) kemarin.

“SMKN 1 Lingsar menjelma menjadi sekolah mandiri energi dan semoga bisa diikuti dengan SMK yang lain,” ujar Zulkieflimansyah.

Baca juga : Sumba gunakan energi terbarukan

Istilah “Energi Terbarukan” Diusulkan Diubah

Loading...
;

Poltek-BPPT Kerjasama Teknologi Energi Terbarukan

Menurut Zulkieflimansyah, SMK itu seperti CEO, pemimpin perusahaan yang karyawannya hebata. Palagi ke depan rencananya SMK akan diintegrasikan dengan kampus.

Zulkieflimansyah menilai pendidikan vokasi, termasuk SMK dipandang sangat penting. Karena itu, NTB sedang berupaya agar dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi di beberapa tempat.

“Dengan adanya penyelenggaraan pendidikan vokasi yang merata, diharapkan dapat menghasilkan perubahan signifkan bagi masyarakat di NTB,” kata Zulkieflimansyah menjelaskan.

Ia berharap pemerintah pusat lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat membantu pengembangan pendidikan vokasi di NTB agar terus berkelanjutan dan berkesinambungan.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Patdono Suwignjo, bertekad mengembangkan pendidikan vokasi, mulai dari pelatihan, kursus, sampai dengan politeknik.

“Sekarang adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikannya,” ujar Patdono Suwignjo.

Menurut dia, pendidikan vokasi dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja, apa lagi tiket masuk pekerjaan saat ini bukan lagi ijazah.

“Yang ditanya adalah punya sertifikat kompetensi atau tidak, untuk itu kita juga perlu menggunakan strategi agar 1 tahun setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan,” ujar Patdono menambahkan.

Ia sedang mengusahakan ada program pengambilan sertifikat kompetensi yang dibiayai oleh pemerintah sebelum siswa SMK dan mahasiswa politeknik lulus.

“Kini, program dari kementerian adalah semua SMK dan guru-guru yang mengajar, harus memiliki sertifikat kompetensi,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top