Soal maju Pilgub, Paulus Waterpauw masih belum ambil keputusan

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Irjenpol Paulus Waterpauw kepada wartawan mengaku hingga saat ini dirinya belum mengambil keputusan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua 2018 mendatang. Menurutnya, saat ini dirinya masih mempunyai institusi yang jelas yaitu Polri.

“Saya belum nyatakan diri untuk maju dalam Pilkada nanti. Saat ini memang ada beberapa kelompok yang menginginkan saya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah dan itu menurut saya wajar. Saya masih menghormati seragam yang saya kenakan saat ini,” katanya kepada wartawan, Rabu (26/4/2017) di Jayapura.

Namun dirinya tidak menutup kemungkinan untuk menjawab kebutuhan atau keinginan masyarakat yang menginginkan dirinya bertarung dalam Pilkada
2018 mendatang.

“Saya hanya menunggu perintah. Kalau perintahnya saya maju maka saya akan maju. Momen dukungan yang tumbuh saat ini merupakan sebuah harapan dan menjadi perhatian bagi saya,” ujarnya.

Dikatakan bahwa siap atau tidak siap, aspirasi tersebut tidak bisa dibendung. Terkait tiga partai yang sudah berkeinginan untuk meminangnya, Waterpauw menjelaskan bahwa dirinya belum diajak untuk membicarakan hal dukungan tersebut.

“Itu baru wacana dari mereka (Parpol-red) dan saya pikir itu merupakan bagian dari tugas mereka. Mereka tentu akan menjaring tokoh-tokoh yang memiliki kapabilitas dan saya sendiri belum masuk ke jajaran tersebut. Saya mau tegaskan bahwa seorang pemimpin sejati selalu ada saat dibutuhkan,” katanya.

Loading...
;

Ditempat yang sama, Koordinator relawan Korano Papua, Thaha Al Hamid kepada wartawan mengatakan bahwa Paulus Waterpauw merupakan seorang putra asli Papua yang lebih cocok memimpin Papua sebagai Gubernur Papua periode 2018-2023 mendatang.

“Dia layak untuk mendedikasikan dirinya sebagai calon gubernur di Papua dan dia sangat layak. Dari dulu saya dan almarhum Theis Eluay pernah meminta kepada mantan Kapolda Papua, I Made Mangku Pastika untuk menjadi gubernur Papua. kenapa, karena kami yang pernah masuk penjara, kami yang pernah berjuang untuk dana Otsus yang begitu besar tapi kemudian di korupsi itu bahaya. Jadi, kami mau orang yang menjabat gubernur itu orang yang bisa menangkap koruptor,” katanya.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Awi menambahkan, pengambil kebijakan harus memilihat kepentingan masyarakat bukan hanya untuk kepentingan sendiri.

"Otsus lahir tapi kami masih di tatanan pemberdayaan. Sampai kapan kami mandiri. Cita-cita kami adalah menjadi raja di tanah sendiri," ujar Gorge. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top