Follow our news chanel

Somalia sebut negara asing di balik ledakan Mogadishu

Papua, reruntuhan
Sisa reruntuhan akibat serangan bom, pixabay.com
Somalia sebut negara asing di balik ledakan Mogadishu 1 i Papua
Sisa reruntuhan akibat serangan bom, pixabay.com

Sebelumnya, serangan paling mematikan dituduhkan kepada kelompok al Shabaab pada 2017 ketika sebuah truk sarat dengan bom meledak di dekat tangki BBM di Mogadishu, menewaskan hampir 600 orang.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kogadishu, Jubi – Somalia menuduh ada negara asing yang membantu merencanakan ledakan bom pada Sabtu di Mogadishu, yang merenggut sedikitnya 90 korban. Pihaknya juga mengatakan akan menyelidiki serangan tersebut dengan bantuan lembaga intelijen asing. Pemboman itu merupakan yang paling mematikan dalam lebih dari dua tahun di negara yang hancur akibat kekerasan dan perang klan selama hampir tiga dekade.

“Negara asing merencanakan pembantaian terhadap rakyat Somalia di Mogadishu pada 28 Desember 2019,” tulis Badan Keamanan dan Intelijen Nasional (NISA) di akun Twitter pada Senin, (29/12/2019).

Baca juga Bom bunuh diri di Somalia tewaskan enam orang

Afghanistan kutuk pemboman masjid di Pakistan

Bom Sri Lanka redupkan sektor pariwisata setempat

Loading...
;

NISA mengaku akan menggunakan bantuan dari lembaga intelijen asing untuk mendalami peristiwa itu.

Tak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan dahsyat di pos pemeriksaan Ex-Control di barat laut Mogadishu. Namun Wali Kota Mogadishu, Omar Muhamoud menyalahkan kelompok al Shabaab yang terkait al-Qaeda, yang kerap melakukan pemboman dalam upaya mengacaukan pemerintah pusat Somalia. Kelompok itu didukung oleh pasukan penjaga perdamaian PBB dan Uni Afrika.

Sebelumnya, serangan paling mematikan dituduhkan kepada kelompok al Shabaab pada 2017 ketika sebuah truk sarat dengan bom meledak di dekat tangki BBM di Mogadishu, menewaskan hampir 600 orang.

Dalam beberapa tahun belakangan, Somalia menjadi ajang persaingan militer dan diplomatik antara Turki dan Qatar di satu sisi, dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di sisi lain. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top