Follow our news chanel

Sopir angkot di Kota Jayapura keluhkan sepinya penumpang

Angkot Jayapura Papua
Sopir angkot di Terminal Entrop sedang antre menunggu penumpang. - Jubi/Ramah
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Para sopir angkutan kota atau angkot di Kota Jayapura, Papua, mengeluh karena sepinya penumpang. Kendati Pemerintah Kota Jayapura telah melonggarkan Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas atau PSDD sejak 8 Juni 2020, belum banyak warga yang kembali menggunakan angkot untuk beraktivitas.

“Masih sepi sampai sekarang. Seharian di terminal, [saya] hanya membawa lima orang penumpang. Sekali jalan [hanya mendapat uang] Rp20 ribu,” ujar Makmur, sopir angkot jurusan Terminal Entrop-Polimak-Jayapura-Percetakan saat ditemui Jubi di Terminal Entrop, Minggu (14/6/2020).

Menurut Makmur, jumlah penumpang angkot pada masa pelonggaran PSDD bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penumpang pada masa PSDD. Dalam masa PSDD, warga hanya bisa beraktivitas di luar rumah pada pukul 06.00 – 14.00 WP. Pembatasan itu akhirnya dilonggarkan, dan warga bisa beraktivitas di luar rumah pada 06.00 – 17.00 WP.

Baca juga: Pantai Hamadi di Kota Jayapura mulai ramai pengunjung

Pada masa PSDD, banyak warga mengejar waktu untuk pulang sebelum pukul 14.00 WP. Makmur bisa mengantre di terminal hingga tiga kali, dan mengangkut banyak penumpang. Pada masa pelonggaran PSDD, jumlah penumpangnya malah lebih sepi.

“Orang takut keluar rumah karena korona. Kalau normal, sehari saya bisa antri enam sampai sepuluh kali. Sekarang ini [saya] cari uang makan saja, tidak bisa menambung. Sekarang, setoran ke bos [pemilik angkot hanya] Rp200 ribu per dua minggu. Kalau normal, setiap hari saya setor Rp100 ribu,” ujar Makmur.

Makmur tetap bertahan menjadi sopir angkot, karena tidak memiliki pekerjaan lain.  Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 merebak di Papua, sebagian sopir angkot sudah beralih pekerjaan, seperti menjadi kuli bangunan.

Loading...
;

“Kalau mau bertahan dengan menjadi sopir angkot namun penumpang sepi, tidak bisa. Mana mau bayar uang sewa rumah, kebutuhan makan, dan biaya anak-anak. Apalagi sekarang masih libur,” ujar Makmur.

Baca juga: Kapan Pandemi Covid-19 berlalu dari Papua? Ini jawaban akademisi Uncen

Sopir angkot lainnya, Mulyadi, mengeluhkan hal yang sama. Sepinya penumpang angkot membuatnya harus bersabar, sambil menunggu pandemi Covid-19 teratasi.

“Susah sekarang, tapi mau bagaimana lagi, situasi sudah seperti saat ini. Saya antri di teminal dari jam 05.00, sampai jam 15.00 saya belum keluar, belum ada penumpang,” ujar Mulyadi.

Mulyadi berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib para sopir angkot yang penghasilannya berkurang banyak karena pandemi Covid-19. “Saya belum pernah dapat bantuan selama virus korona ini, sekalipun tidak pernah,” ujar Mulyadi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top