HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Sopir taksi dukung penutupan Bandara Sentani

Taksi di Bandara Sentani - Jubi/Engelbert Wally.
Sopir taksi dukung penutupan Bandara Sentani 1 i Papua
Taksi di Bandara Sentani – Jubi/Engelbert Wally.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani , Jubi – Sopir angkutan Bandara Sentani mendukung rencana penutupan akses udara untuk menanggulangi penularan covid-19 di Papua. Menurut mereka, kebijakan itu seharusnya diterapkan sejak penyebaran virus corona terdeteksi di Indonesia.  

“Penutupan ini (Bandara Sentani ) sebenarnya terlambat. Sudah ada (yang berstatus) orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, bahkan positif covid-19 (di Papua),” kata Ladies Fangohoi, sopir angkutan Bandara Sentani, Rabu (25/3/2020).

Sopir taksi dukung penutupan Bandara Sentani 2 i Papua

Dia mengatakan setiap hari ada ratusan penumpang pesawat mendarat di Bandara Sentani. Pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi potensi penyebaran corona tersebut sejak jauh hari.

Pendapat serupa dikemukan Mesak Mokai, sesama sopir angkutan Bandara Sentani. “Sudah banyak (pasien covid-19) meninggal di luar Papua. Kita harus waspada dan selalu jaga diri (supaya tidak tertular covid-19).” 

Penutupan jalur penerbangan sudah pasti berpengaruh besar terhadap mata pencarian para sopir angkutan atau taksi bandara. Dampak itu juga berimbas terhadap pendapatan para pengusaha angkutan tersebut.

“Pendapatan mereka (sopir taxi) sekitar Rp500 ribu-Rp700 ribu setiap hari. Dalam sebulan, mereka harus menyetor sebesar Rp3 juta kepada pemilik kendaraan. Jadi, sudah barang tentu pendapatan kami ikut berkurang,” kata Ferdiansyah, seorang pemilik usaha angkutan khusus Bandara Sentani. (*)

Loading...
;

Editor: Aries Munandar

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa