Follow our news chanel

Sosialisasi dan manfaat teknologi informasi di Pesantren Darul Fikri, Nabire

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Nabire, Jubi – Perkembangan teknologi informasi terus semakin berkembang sehingga Kementerian Komunikasi RI bersama Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKAT), menggandeng Majelis Ulama Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah menurunkan kerjasama tersebut kapada ke-122 kabupaten di Indonesia yang termasuk dalam kategori 3T artinya Tertinggal, Terluar dan Terdalam (3T). Untuk Provinsi Papua, sasarannya adalah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Nabire.

Pondok Pesantren DDI Lampu Satu di Kabupaten Merauke sudah mendapat manfaat dan sosialisasi teknologi informasi, sedangkan di Nabire diberikan kepada Pesantren Darul Fikri.

Ketua Majelis Ulama Indonesia, K.H. Akhmad Sugeng Utomo mengatakan, Teknologi informasi dan komunikasi yang dibangun pemerintah harus dimanfaatkan masyarakat. Tidak hanya untuk alat komunikasi tetapi selebihnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut.

Akhmat Utomo mengatakan saat mewakili Kominfo RI pada Kamis, 11-10-2018 di hadapan pada santri di Nabire ketika melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan manfaat teknologi informasi dan komunikasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Kata kyai Pembina santripreneur (santri berwira usaha), masyarakat harus dimantapkan dan memastikan selalu siap dalam menerima redesain USO (Universal Service Obligation) atau program pemerataan  pembangunan di bidang telekomunikasi.

Loading...
;

Ini penting agar saat membangun infrastruktur di suatu wilayah, misalnya di Nabire jika sudah di bangun, maka benar-benar masyarakatnya sudah siap menerima.

“Kesiapan yang di maksud berupa keinginan yang kuat untuk memperbesar jumlah finansial melalui kesejahteraan,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, dengan hadirnya USO, masyarakat harus siap menjadi masyarakat yang berdaya guna dengan teknologi informasi. untuk pemerataan kesejahteraan, sehingga masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang maju dan sejahtera.

Artinya,kata dia  lewat internet masyarakat atau santri menyeratakan diri dan mensejahterakan diri dengan menggunakan akses internet ini untuk memajukan perekonomian yang dipromosikan melalui internet.

“Begini lho. Kita bisa dapat informasi seluruh dari manapun, tapi kita juga punya produk yang bisa dijual lewat internet atau ada destinasi wisata bisa diakses ke seluruh dunia dan dikunjungi orang dari luar,”katanya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah melalui BAKAT akan membangun BTS yang satu koordinatnya berpusat di pesantren tersebut dan pemenuhan jaringan fasilitasi internetnya langsung dari Kementerian Informatika.

“Disinilah peran BAKTI untuk memberikan pelayanan dan pembanguan infrastruktur kepada masyarakat. jadi bukan hanya santri yang menikmati tetapi masyarakat sekitar juga dapat memanfaatkan jaringannya,” katanya seraya menambahkan agar para santri siap menerima, tidak untuk sesuatu yang negatif tapi positif yang bermanfaat bagi dirinya.

“Artinya, internet harus digunakan untuk meningkatkan ekonomi, bukan hanya sebagai sarana komunikasi semata, tetapi untuk berbisnis dan usaha dari potensi yang dimiliki,” katanya berharap.

Asisten I Sekda Nabire, La Halim mengatakan  pemanfaatan teknologi sudah menjadi kebutuhan yang mendasar di era globalisasi saat ini. Karena, kata dia dengan teknologi semua warga bisa mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi dan meningkatkan pengetahuan.

“Manfaat teknologi sudah jadi kebutuhan dasar dan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup di zaman modern,” ujarnya.

Wakil Ketua Yayasan Darul Fikri Nabire Supardi, menyambut baik kehadiran program tersebut.

Kata dia, ini kerja sama yang baik dan kami menyambutnya sebagai terobosan baru di pesantren. Dia berharap masyarakat terutama anak pesantren agar dapat menggunakan teknologi informasi dengan baik. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat atau anak pesantren agar lebih mandiri dalam berkomunikasi.

Seorang Santri, Nurul Magfira mengatakan siap menerima dan menggunakan program tersebut, jika sudah ada jaringannya. Yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan sesuatu untuk masyarakat di luar pesantren.

 “Misalkan kalau jaringannya bagus, lalu ada kreativitas, contohnya kerajinan atau kami bisa buat kue, maka kami akan menjualnya melalui internet dengan menggunakan fasilitas di laboratorium komputer,” katanya.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top